Scroll untuk baca artikel
Nusantara

DPD LIRA Probolinggo Gelar Rapat Konsolidasi, Soroti Pengawasan dan Kasus Gratifikasi Mantan Bupati Probolinggo & Suaminya

×

DPD LIRA Probolinggo Gelar Rapat Konsolidasi, Soroti Pengawasan dan Kasus Gratifikasi Mantan Bupati Probolinggo & Suaminya

Sebarkan artikel ini
Dpd Lira Probolinggo Gelar Rapat Konsolidasi, Soroti Pengawasan Dan Kasus Gratifikasi Mantan Bupati Probolinggo &Amp; Suaminya

RADARNESIA.COM – Lembaga Swadaya Masyarakat Dewan Pimpinan Daerah Lumbung Informasi Rakyat (DPD LIRA) Kabupaten Probolinggo melaksanakan rapat konsolidasi pada hari Minggu (09/06/2024) bertempat di kediaman Bupati LIRA Probolinggo, Syamsudin, di Desa Santrean, Kecamatan Maron. Acara tersebut dihadiri anggota dan pengurus LIRA Kabupaten Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut usai rapat pukul 15.35 WIB, Syamsudin merespons kritik dari Komisi 10 DPR RI terhadap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Sejak awal, hal ini sudah menjadi perhatian kami, bahkan sebelum DPR RI menyampaikan kepada Mendikbud. Kami terus mengawal bantuan-bantuan pemerintah dari awal hingga saat ini. Jika ada temuan, kami akan bertindak tegas,” ujar Syamsudin kepada media.

Scroll untuk baca artikel
Tutup Iklan

Syamsudin juga memaparkan peran DPD LIRA dalam pengawasan sektor pendidikan di Kabupaten Probolinggo. “Anggota LIRA telah melakukan monitoring dan investigasi, sering kali tanpa menggunakan seragam resmi, untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. Pengawasan kami tidak hanya mencakup Kemendikbud, tetapi juga berbagai aspek pemerintahan di Kabupaten Probolinggo, termasuk anggaran KIP,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pengawasan terhadap kasus gratifikasi yang melibatkan mantan Bupati Probolinggo dan suaminya. “Konsolidasi hari ini membahas bagaimana LIRA bisa menjadi lebih solid. Kami rutin melakukan konsolidasi dan pengawasan terhadap kasus gratifikasi dan TPPU mantan Bupati Probolinggo serta suaminya. Kami mendesak KPK untuk mengusut tuntas semua yang terlibat, baik itu keluarga, kroni, maupun pejabat terkait,” tegas Syamsudin.

Lebih lanjut, Syamsudin menekankan pentingnya LIRA untuk tetap solid dan berhati-hati dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. “Ke depan, LIRA harus lebih solid dan hati-hati dalam memberikan motivasi kepada masyarakat. Kami harus tetap kritis dan independen meskipun menjadi mitra pemerintah. Fungsi kontrol yang kami jalankan harus selalu sesuai aturan,” tambahnya.

Menanggapi isu pencalonan dirinya dalam kontestasi pemilihan Bupati Kabupaten Probolinggo mendatang, Syamsudin menegaskan bahwa dirinya tidak berminat terjun ke dunia politik. “Saya pastikan dan konsisten tidak akan terlibat dalam kontestasi politik apapun. Saya tidak memiliki syahwat politik dan lebih fokus pada peran kontrol sosial masyarakat. Pemerintahan yang baik membutuhkan check and balance yang efektif, dan saya memilih untuk menjadi pengawas pemerintah di Kabupaten Probolinggo,” tutupnya.