Radarnesia.com – Ketua DPRD MUARO JAMBI, Aidi Hatta, menaruh perhatian serius terhadap masih adanya anak-anak yang putus sekolah di Kabupaten MUARO JAMBI.
Meski jumlahnya tercatat hanya 36 siswa, Aidi menegaskan persoalan tersebut tidak boleh dipandang sekadar angka statistik dalam laporan pendidikan.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi Tahun Ajaran 2024-2025, terdapat 36 siswa yang tidak melanjutkan pendidikan.
Rinciannya, 24 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dari total 41.342 peserta didik dan 12 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari total 13.589 siswa.
Bagi Aidi Hatta, setiap anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan merupakan persoalan serius yang harus segera ditangani.
“Target kita seharusnya nol anak putus sekolah. Satu anak saja yang kehilangan akses pendidikan harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegas Aidi Hatta saat diwawancarai.
Menurutnya, DPRD Muaro Jambi tidak tinggal diam menyikapi persoalan tersebut. Bahkan, pihaknya telah memanggil dinas dan instansi terkait guna membahas penyebab anak-anak berhenti sekolah sekaligus merumuskan langkah konkret untuk mengembalikan mereka ke bangku pendidikan.
Aidi menjelaskan, terdapat berbagai faktor yang menyebabkan anak-anak tidak melanjutkan sekolah. Faktor ekonomi masih menjadi penyebab dominan, di mana sebagian anak terpaksa membantu orang tua mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Selain itu, rendahnya kesadaran sebagian orang tua terhadap pentingnya pendidikan juga menjadi tantangan tersendiri. Tak kalah penting, kondisi lingkungan sekolah seperti dugaan perundungan atau bullying juga harus menjadi perhatian semua pihak.
“Persoalan ini tidak bisa dilihat dari jumlahnya saja. Kita harus melihat alasan di balik mereka berhenti sekolah dan memastikan masalahnya benar-benar diselesaikan,” ujarnya.
Menurut Aidi, solusi yang diberikan tidak boleh bersifat sementara. Pemerintah daerah harus mampu menyentuh akar persoalan sehingga anak-anak tidak kembali mengalami putus sekolah di kemudian hari.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan Muaro Jambi disebut telah menyiapkan sejumlah program untuk menjangkau kembali anak-anak yang terlanjur meninggalkan bangku sekolah.
Program tersebut juga diperkuat dengan kebijakan pemerintah pusat melalui program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
DPRD Muaro Jambi menilai keberhasilan penanganan anak putus sekolah bukan hanya diukur dari jumlah siswa yang kembali bersekolah, tetapi juga dari kemampuan pemerintah mengatasi faktor penyebabnya, mulai dari persoalan ekonomi keluarga, lingkungan sosial, hingga kondisi di sekolah.
Aidi Hatta menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang dijamin oleh negara. Karena itu, seluruh elemen, baik pemerintah, sekolah, keluarga maupun masyarakat, harus bergerak bersama memastikan tidak ada anak yang kehilangan masa depan akibat putus sekolah.
“Jangan sampai ada anak yang tertinggal karena persoalan ekonomi ataupun lingkungan. Pendidikan adalah hak mereka dan harus kita pastikan terpenuhi,” tegasnya.
Ia berharap upaya bersama yang dilakukan pemerintah daerah dan DPRD dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Muaro Jambi yang lebih maju, dengan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak-anak tanpa terkecuali.
“Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan. Jangan biarkan mereka kehilangan kesempatan hanya karena keadaan yang sebenarnya bisa kita bantu selesaikan bersama,” pungkasnya.











