Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Haul Akbar ke-34 KH Hasan Saifouridzal: Adalah Teladan yang Menginspirasi Umat

×

Haul Akbar ke-34 KH Hasan Saifouridzal: Adalah Teladan yang Menginspirasi Umat

Sebarkan artikel ini
Haul Akbar Ke-34 Kh Hasan Saifouridzal: Adalah Teladan Yang Menginspirasi Umat

RADARNESIA.COM – Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong menggelar acara tahunan Haul ke-34 tahun Al-Marhum Al-‘Arifbillah KH. Hasan Saifouridzal bin KH. Moh. Hasan bin Syamsuddin bin Qoyduddin. Acara berlangsung pada Jumat malam Sabtu, 1 Dzulhijjah 1445 H atau 7 Juni 2024 M, pukul 19.00 WIB, di Masjid Jami’ Al-Barokah Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Hadir dalam acara tersebut KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah beserta keluarga besar Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, para kiai, para habaib, tamu undangan, santri, alumni, dan masyarakat umum.

Scroll untuk baca artikel
Tutup Iklan

Gus dr. Moh Haris, cucu pertama KH Hasan Saifouridzal, menyampaikan sambutan mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong dalam acara haul ke-34 KH Hasan Saifouridzal. Sambutan ini disampaikan atas amanat dari KH Moh Hasan Mutawakkil.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada segenap keluarga besar Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong dan semua pihak yang telah hadir, baik para kiai, tamu kehormatan, maupun masyarakat sekitar,” ujar Gus dr. Moh Haris.

Pada malam yang penuh berkah ini, kita memperingati haul KH Hasan Saifouridzal yang lahir pada 28 Oktober 1928, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Sejak kecil, KH Hasan Saifouridzal sudah menunjukkan keteladanan dengan membantu perekonomian keluarga dan selalu meminta izin kepada ibundanya setiap kali hendak keluar rumah, baik untuk berjualan maupun pergi ke masjid. Keteguhannya dalam mematuhi ibundanya adalah contoh nyata dari nilai birrul walidain (berbakti kepada orang tua).

KH Hasan Saifouridzal juga dikenal sangat istiqomah dalam menjalankan sholat berjamaah di masjid. Bahkan dalam kesibukannya, beliau selalu menyempatkan diri untuk kembali ke pesantren demi mengimami sholat berjamaah dan memberikan bimbingan kepada santrinya, menunjukkan betapa besar perhatian dan kasih sayangnya terhadap pendidikan.

Sebagai seorang ayah, beliau berhasil mendidik 23 putra-putrinya yang semuanya sukses dan menjadi kebanggaan masyarakat. Selain itu, KH Hasan Saifouridzal juga berperan sebagai negarawan, menjadi anggota MPR atas perintah sang guru, KH Abdurrahman Wahid. Beliau kemudian bergabung dengan partai Golongan Karya, berjuang melalui jalur politik untuk kepentingan umat, dan berhasil membebaskan kiai-kiai yang ditahan pada masa itu.

Dalam bidang akademik dan seni, KH Hasan Saifouridzal mendirikan Universitas Islam Zainul Hasan Genggong dan menciptakan lagu-lagu yang menginspirasi banyak orang. Beliau adalah ulama karismatik yang banyak berkontribusi dalam berbagai bidang, baik sebagai pendakwah, pendidik, maupun sebagai anggota MPR.

“Dari kisah hidupnya, kita belajar tentang pentingnya birrul walidain serta kegigihan dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup,” tambah Gus dr. Moh Haris. “KH Hasan Saifouridzal juga memiliki reputasi yang kuat sebagai negarawan yang berjuang melalui jalur politik untuk kepentingan umat, meski sering mendapat cemoohan.”

Di akhir sambutannya, Gus dr. Moh Haris mengajak semua yang hadir untuk mendoakan agar KH Hasan Saifouridzal dan seluruh keluarga besar beliau selalu dalam lindungan dan rahmat Allah SWT. “Semoga kita dapat mengambil hikmah dari perjuangan dan keteladanan beliau.”

“Terima kasih atas kehadiran semua, dan semoga kita semua diberikan keberkahan dan husnul khatimah. Amin,” tutup Gus dr. Moh Haris.

Dalam penutup sambutannya, Gus dr. Moh Haris membacakan kalam mutiara persembahan untuk KH Hasan Saifouridzal:

Dalam senyapan malam

Kita mengenang KH Hasan Saifouridzal

Sosok yang bagai purnama

Memancarkan cahaya menembus gelap Menerangi jiwa-jiwa dengan ilmu dan kebijaksanaan

Beliau adalah pahlawan tanpa tanda jasa

Seniman hati yang lembut

Pejuang pendidikan yang gigih

Dan abdi negara yang setia

Setiap langkahnya adalah untaian doa

Setiap katanya adalah mutiara hikmah

Semoga cahaya kebaikan beliau abadi

Menerangi setiap jejak langkah kita

Menuju ridho Ilahi

Ya KH Hasan Saifouridzal

Engkau akan selalu hidup dalam sanubari kami

Acara haul ini menjadi momen penting untuk mengenang dan menghormati perjuangan serta keteladanan KH Hasan Saifouridzal yang telah banyak memberikan kontribusi bagi umat dan bangsa.

Dalam salah satu kisah yang ditulis oleh cucu beliau, KH Muhammad Hasan Maulana, KH Hasan Saifouridzal, yang lebih dikenal dengan panggilan Nun Ahsan di masa mudanya, merupakan putra dari KH Moh Hasan Sepuh Genggong. Meskipun KH Moh Hasan Sepuh hanya memiliki satu putra yang masih hidup, kecintaannya pada tanah air membuat beliau tidak ragu menerjunkan putranya ke medan perang untuk melawan penjajah. Karisma dan kepemimpinan Nun Ahsan dalam memimpin perjuangan di Kraksaan, Probolinggo, membuatnya menjadi target penjajah.

Diceritakan oleh H. Huda Kerpangan, yang merupakan santri Pondok Genggong, pada suatu hari penjajah datang ke pesantren mencari Nun Ahsan. Mereka berhasil menangkap beliau, namun Abu Huda dengan berani mengaku sebagai Ahsan untuk melindungi Nun Ahsan yang asli. Abu Huda ditangkap dan dibawa ke penjara Surabaya, sementara Nun Ahsan dilepaskan. Tengah malam, KH Hasan Saifouridzal datang ke penjara dan memberi tahu Abu Huda bahwa ia akan dibebaskan dalam tiga hari. Benar saja, tiga hari kemudian Abu Huda dibebaskan tanpa syarat oleh penjajah.

Selain sebagai bentuk penghormatan kepada Al-Marhum KH Hasan Saifouridzal, acara haul ini juga merupakan momentum penting untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan mengenang perjuangan beliau dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. KH Hasan Saifouridzal tidak hanya dikenal sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai pejuang yang gigih membela tanah air dari penjajahan.

Masyarakat luas diundang untuk turut serta memperingati haul ke-34 sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap jasa-jasa KH Hasan Saifouridzal.

Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui live streaming di akun YouTube @pzhgenggong, sehingga masyarakat yang tidak dapat hadir langsung di lokasi tetap bisa mengikuti rangkaian acara tersebut.

Berbagai fasilitas gratis disediakan oleh pihak pesantren, termasuk beraneka ragam makanan dan minuman, serta penginapan

Menurut pengakuan Erwin Hidayat, salah satu santri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, “Acara haul ini diharapkan dapat menginspirasi umat untuk terus meneladani semangat perjuangan beliau, KH Hasan Saifouridzal.”

“Hal ini sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap jasa-jasa KH Hasan Saifouridzal. Marilah kita bersama-sama mengenang dan mendoakan beliau dalam acara haul ini, serta mengambil hikmah dari perjuangan dan pengorbanan yang telah beliau lakukan. Semoga kita mendapatkan barokahnya,” ujar Erwin.