Rakor Pembinaan Satgas Konservasi  Sumber Daya Alam, Wabup Ciptakan  Sukabumi Hijau

Radarnesia.Com – Wakil Bupati Sukabumi H Iyos Somantri membuka Rapat Koordinasi dan Pembinaan Satgas Konservasi Sumber Daya Alam Kecamatan se-Kabupaten Sukabumi Tahun 2023, di Aula Kelurahan Surade, Kecamatan Surade, Kamis, 28 Desember 2023.

Wakil Bupati Sukabumi H Iyos Somantri dalam arahannya mengatakan, rakor tersebut untuk menyamakan persepsi dan komitmen satgas kecamatan sekaligus untuk merumuskan tupoksi Satgas konservasi baik di bidang konservasi penghijauan lahan, tata kelola sampah, dan mitigasi bencana.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Caleg Dprd Sumut 2 Medan B Inggrid Hutabarat Partai Gerindra Bluskan Serap Aspirasi 

“Dengan rakor ini kita ingin menciptakan sukabumi hijau, sebab apabila sumber daya alam tidak dikelola dengan baik maka akan berdampak negatif dimasa kini dan masa akan datang,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan H Iyos, Kabupaten Sukabumi kaya akan alamnya seperti gunung, rimba, laut, pantai, sungai dan seni budaya (Gurilapss) dan kekayaan alam yang cukup melimpah ini butuh keseriusan dalam pengelolaan yang sesuai dengan kewenangan berdasarkan regulasi yang ada. Sehingga apabila pengelolaan ini terlaksana dengan baik maka kabupaten sukabumi bisa menjadi kabupaten konservasi.

Baca Juga:  Sekdaprov Sumbar Hansastri, Pasaman Barat Berhasil Mekarkan 71 Nagari

“Maka dengan itu, Satgas ini harus membentuk tingkat desa dan memiliki tupoksi yang jelas. Kita ingin membuat kab. Sukabumi hijau dan kemudian lahan bisa tertanam dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan oleh semua,” tegasnya.

Wabup berharap, kedepan Kabupaten Sukabumi menjadi kabupaten konservasi dimana lahan-lahan yang telah kritis bisa dihijaukan kembali sebagaimana upaya memuliakan bumi dan mensejahterakan masyarakat.

Baca Juga:  Teng ! KPU Kerinci Buka Pendaftaran KPPS

Sementara itu, Kabag SDA Setda Kabupaten Sukabumi, Prasetyo menjelaskan, pembentukan Satgas Konservasi SDA didasari oleh Keputusan Bupati Sukabumi nomor EM.03.04/KEP.673-SDA/2022, hal tersebut merupakan salah satu upaya dalam melestarikan sumber daya alam serta ekosistem untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Rakor ini dilaksanakan selama 5 hari di 5 titik, adapun narasumber rakor terdiri dari unsur pemerintah provinsi Jawa Barat dan OPD Kab. Sukabumi,” singkatnya.

Syaefulloh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *