Radarnesia.com – PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mendukung implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Peresmian oleh PT Pertamina (Persero) ini menjadi tonggak penting dalam penguatan praktik ESG dan pengembangan ekosistem energi rendah karbon, sekaligus membuka ruang pertumbuhan bisnis baru berbasis green energy di lingkungan Pertamina Group.
Keterlibatan Elnusa Petrofin merupakan bagian dari strategi jangka panjang Elnusa dalam memperluas portofolio low carbon business dan memperkuat positioning sebagai penyedia jasa energi terintegrasi yang adaptif terhadap transisi energi. Langkah ini mencerminkan komitmen Elnusa Group dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham melalui diversifikasi bisnis yang selaras dengan tren global dekarbonisasi dan roadmap Net Zero Emission (NZE) 2060.
Direktur Utama Elnusa Petrofin Doni Indrawan menegaskan dukungan terhadap Green Terminal merupakan bagian dari transformasi bisnis Elnusa Petrofin menuju layanan logistik energi yang lebih berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi lintas entitas Pertamina Group, implementasi Green Terminal Tanjung Sekong diharapkan menjadi model infrastruktur energi rendah karbon yang tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga memperkuat value creation Elnusa dalam era transisi energi,” ucap Doni dalam keterangan tertulis, Sabtu, 14 Februari 2026.
Adapun, program Green Terminal dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas pelabuhan berbasis delapan pilar keberlanjutan, mencakup sistem manajemen lingkungan, infrastruktur berstandar internasional, digitalisasi operasional, teknologi ramah lingkungan, ekonomi sirkuler, pengendalian kualitas lingkungan, perlindungan biodiversitas, serta penguatan kapasitas SDM.
Implementasi standar ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat daya saing aset energi nasional di tengah tuntutan pasar global yang semakin ESG-driven.
Perkuat Daya Saing
Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menyampaikan Green Terminal merupakan bagian dari pengembangan ekosistem green energy dan implementasi Roadmap NZE 2060 Pertamina. “Inisiatif ini sekaligus sebagai upaya memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi tuntutan global terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab,” jelas dia.
Terminal LPG Tanjung Sekong dipilih sebagai proyek percontohan mengingat perannya yang strategis dalam infrastruktur energi nasional, dengan kontribusi sekitar 35 persen sampai 40 persen terhadap kebutuhan LPG nasional, kapasitas penyimpanan 98 ribu metrik ton, dan dermaga berkapasitas hingga 65 ribu DWT. Transformasi terminal ini menjadi Green Terminal memperkuat fondasi keberlanjutan pada salah satu aset energi paling vital di Indonesia.
Dalam proyek ini, Elnusa Petrofin berperan sebagai mitra logistik dalam rantai nilai green energy Pertamina, khususnya mendukung distribusi Green Hydrogen yang diproduksi oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dari panas bumi Ulubelu. Green Hydrogen tersebut dimanfaatkan untuk mendukung operasional pembangkit listrik rendah karbon milik PT Pertamina Energy Terminal (PET) di Tanjung Sekong, mencerminkan sinergi hulu–hilir dalam ekosistem energi bersih.
Pemanfaatan pembangkit listrik berbasis Green Hydrogen ini ditargetkan mampu memenuhi hingga 25 persen kebutuhan listrik operasional terminal dan menurunkan emisi tidak langsung (Scope 2). Bagi Elnusa Group, partisipasi dalam rantai distribusi energi rendah karbon ini menjadi pijakan awal untuk memperluas kapabilitas logistik energi bersih, sekaligus membuka potensi recurring revenue di segmen transisi energi.







