Radarnesia.com – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta memberikan santunan kepada 200 pelajar Muslim Indonesia dalam sebuah acara silaturahmi di kediaman duta besar, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan itu digelar untuk mengenang gugurnya 175 siswi sekolah dasar di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran, yang menjadi korban serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan acara tersebut merupakan bentuk empati dan solidaritas kemanusiaan terhadap keluarga korban. “Hari ini kita berkumpul dan melakukan silaturahmi di sini untuk mengenang syahidnya 175 siswi SD di Kota Minab yang diserang dan dijadikan sasaran oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel,” ujar Boroujerdi di hadapan para peserta.

Serangan yang dilancarkan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 menargetkan sejumlah lokasi di Iran, termasuk Teheran.

Selain menimbulkan kerusakan infrastruktur, serangan tersebut merenggut ratusan nyawa warga sipil.

Di antara korban tewas adalah 175 siswi Sekolah Dasar Khusus Putri Shajareh Tayyebeh di Minab. Lebih dari 95 anak lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Boroujerdi menegaskan, tragedi kemanusiaan ini tidak boleh dilupakan agar keadilan dan upaya perdamaian dapat terus diperjuangkan.

Ia juga memimpin doa bersama untuk para korban dan mendoakan agar anak-anak Indonesia terhindar dari pengalaman perang. “Saya mendoakan adik-adik semua yang hadir, kesejahteraan dan keselamatan dan kesuksesan di sepanjang hidup. Saya mendoakan Anda semua tidak pernah berhadapan, menyaksikan maupun mengalami keadaan perang yang sedang dialami oleh putra-putri bangsa kami,” kata Dubes Iran.

Acara santunan itu dihadiri oleh 200 siswi yang berasal dari 13 yayasan Islam di berbagai daerah di Indonesia.

Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian ucapan belasungkawa, pembacaan doa bersama, serta pemberian santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.