Radarnesia.com – Kementerian Koperasi (Kemenkop) siap membuka peluang kemitraan kolaboratif atas dukungan dari berbagai organisasi dan aliansi koperasi internasional untuk memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih (KDMP) dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari mengatakan pengembangan Kopdes Merah Putih mendapat dukungan positif yang besar, terutama melalui rencana kerja sama resmi dengan International Cooperative Alliance (ICA).

“Potensi besar kolaborasi tersebut, untuk mempercepat operasionalisasi Kopdes Merah Putih ke depan,” kata Destry dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 19 November 2025.

Selain ICA, apresiasi dan dukungan datang dari berbagai organisasi koperasi internasional, seperti ASEAN Cooperative Alliance, Cooperative Development Foundation, dan Desjardin Cooperative Bank Canada. Menurut Destry, ICA sudah memahami berbagai kasus dan tantangan yang dihadapi Kopdes Merah Putih selama ini.

Dengan adanya nota kesepahaman (MoU) ke depan dengan ICA, diharapkan keanggotaan koperasi akan kembali aktif dan sinergi antar koperasi dapat terbangun lebih kuat.

“Dukungan dari ICA akan melengkapi pengembangan skema bisnis yang ada, termasuk penyediaan tools yang sudah teruji di berbagai negara, namun disesuaikan dengan kondisi di Indonesia,” tutur dia.

Fokus utama pengembangan Kopdes Merah Putih

Destry melanjutkan, salah satu fokus utama pengembangan Kopdes Merah Putih adalah pemenuhan captive market yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan produksi dan pasar secara seimbang. Hal ini diyakini dapat mempercepat proses bisnis, terutama dalam mengonsolidasikan kebutuhan pertanian yang selama ini belum terkelola secara optimal.

“Kopdes Merah Putih juga akan berperan dalam memenuhi kebutuhan desa dan sekitarnya, serta mendukung berbagai program sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial lainnya,” kata Destry.

Ia menambahkan, Kopdes Merah Putih tengah mempersiapkan diri sebagai pengelola program-program tersebut. “Maka, potensi untuk memenuhi kebutuhan lokal sangat besar dan membuka peluang ekspor di masa depan, didukung dengan jaringan dan akses pembelajaran yang akan dipertajam melalui MoU,” sebut dia.

Koperasi juga harus siap untuk menghadapi tantangan global seperti ketahanan pangan, tekanan iklim, ketimpangan sosial, dan masa depan ekonomi pedesaan.

“Kopdes Merah Putih diharapkan dapat memperkuat rantai pasok pertanian, memperluas akses terhadap kebutuhan pokok, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian global,” kata Destry.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Kemenkop memprioritaskan pengembangan talenta. Lebih dari 8.000 fasilitator business assistant dan 1.104 project management officer telah ditempatkan di seluruh Indonesia untuk membimbing koperasi dalam menjalankan operasional sehari-hari.