RADARNESIA.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memastikan pemerintah memberikan ruang keuntungan bagi Perum Bulog. Nantinya, Bulog akan mendapat untung sebesar 7%.
Zulkifli mengatakan, skema keuntungan yang didapat Bulog ini pernah berlaku beberapa waktu lalu. Adapun, saat ini Bulog hanya mendapat untung Rp 50 per kilogram (kg) beras, sehingga dipandang masih belum mencukup kebutuhan operasionalnya.
“Kami menyelesaikan agar Bulog diberi peran untuk mengambil keuntungan seperti dulu. Kalau sekarang kan Bulog tidak ngambil apa-apa, hanya 50 rupiah, dibuat gaji aja kadang-kadang kurang, gak cukup,” ungkap Zulkifli usai rapat di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Dia menjelaskan, besaran keuntungan buat Bulog telah dibahas bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hasilnya, disepakati Bulog mendapat untung 7%.
“Nah, dihitung-hitung antara Menteri Keuangan, dari BPKP, ketemu angka 10% (yang) diminta, tapi disetujuinya 7% nanti ngambil fee. Itu untuk, utamanya untuk menjamin agar harga beras satu harga di seluruh Indonesia,” tuturnya.
Bulog juga akan disiapkan untuk menyerap hasil panen raya yang diperkirakan mulai Februari 2026, bulan depan.
Adapun, skemanya pemerintah akan menanggung biaya distribusi beras ke wilayah tujuan. Nantinya, harga beras tidak berdasarkan zona seperti saat ini. Utamanya beras satu harga berlaku untuk kualitas medium.
“Nah ini kita akan usahakan di tahun 2026 ini, beras satu harga dimanapun berada. Jangan sampai misalnya Indonesia Timur membayar lebih mahal,” ucap dia.
Zulkifli menerangkan, untuk satu harga beras merium ini, Perum Bulog akan mendapat keuntungan yang ditetapkan. Mulanya, diusulkan Bulog dapat 10%, akhirnya diputuskan jadi 7%.
“Nah, dihitung-hitung antara Menteri Keuangan, dari BPKP, ketemu angka 10% (yang) diminta, tapi disetujuinya 7% nanti ngambil fee. Itu untuk, utamanya untuk menjamin agar harga beras satu harga di seluruh Indonesia,” beber dia.







