Radarnesia.com – Musibah banjir yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat pada beberapa hari terakhir ini berdampak pada beberapa infrastruktur transportasi darat di wilayah tersebut. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bersama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat setempat menangani hal ini dengan serius.

“Beberapa posko kemanusiaan kita dirikan di beberapa Terminal Tipe A yang tidak terdampak banjir sebagai tempat pengungsian sementara masyarakat. Kami menyumbangkan sebagian dana untuk kebutuhan masyarakat di sana,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan di Jakarta.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan petugas dan fasilitas – fasilitas bantuan pada jalur alternatif serta melakukan pendataan kerusakan fasilitas keselamatan di jalan nasional akibat bencana banjir yang melanda tiga wilayah tersebut. “Kemudian kami juga menyiapkan Kapal Motor Penyeberangan Papuyu untuk aktivitas evakuasi apabila hal itu dibutuhkan. Kami juga meminta seluruh perwakilan BPTD di wilayah terdampak untuk melakukan update informasi di media sosial,” imbuh Dirjen Aan.

Dalam hal ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Dinas Perhubungan Provinsi serta Kabupaten/Kota terkait perkembangan terkini pada Jalan Nasional.

Adapun, pada sektor transportasi darat beberapa infrastruktur yang terdampak di antaranya Pelabuhan Penyeberangan Singkil, Aceh; Terminal Tipe A Lhokseumawe, Aceh; Terminal Tipe A Langsa, Aceh; Terminal Tipe A Amplas, Sumatra Utara; Terminal Tipe A Pinang Baris, Sumatra Utara; Terminal Tipe A Sibolga, Sumatra Utara; serta Terminal Tipe A Tarutung, Sumatra Utara. “Kerusakan yang terjadi meliputi hilangnya akses komunikasi, padam listrik, kekurangan air besih, serta beberapa kondisi sarana prasana yang rusak. Di sisi lain, beberapa layanan juga belum dapat beroperasi karena akses jalan yang tertutup,” jelas Dirjen Aan.

Ia melanjutkan hal ini juga berdampak pada operasional angkutan perintis di wilayah tersebut yang sebagian masih belum dapat beroperasi. Sementara, Pelayanan AKAP rute Medan – Banda Aceh sejak tanggal 25 November 2025 terhenti total sampai dengan informasi lebih lanjut.

Dirjen Aan meminta petugas tetap berhati – hati dan memberikan pelayanan maksimal di lapangan. Di samping itu, Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi dalam melakukan mobilitas di sekitar wilayah terdampak.