Radarnesia.com – Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, mengatakan organisasi D-8 (Developing-8) memiliki potensi besar untuk menjadi entitas yang lebih aktif dan dinamis di bawah kepemimpinan Indonesia, meskipun pelaksanaan Konferensi Tingkat Tingkat (KTT) D-8 di Jakarta ditunda.
“Kami memahami penundaan KTT D-8 yang akan datang karena situasi geostrategis yang sedang berlangsung. Kami berharap masalah ini, konflik ini akan segera terselesaikan dan KTT D-8 juga akan segera diadakan di Jakarta,” kata Dubes Chaudhri, Kamis (26/3/2026).
Menurut Dubes Chaudhri, pihaknya menilai Indonesia tetap berkomitmen penuh dalam menjalankan peran kepemimpinannya di organisasi tersebut.
Pemerintah Indonesia dinilai serius dalam upaya mentransformasi D-8 menjadi forum kerja sama ekonomi yang lebih progresif. “Dubes Chaudhri pun mengatakan bahwa pihaknya menilai Indonesia tetap berkomitmen dalam menjalankan peran kepemimpinan D-8 guna mentransformasi organisasi tersebut menjadi lebih aktif dan dinamis,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Tri Tharyat, dalam taklimat media di Jakarta mengatakan bahwa penundaan seluruh rangkaian kegiatan KTT telah dikomunikasikan kepada negara-negara mitra. Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah mengirimkan surat resmi terkait penundaan tersebut. “Mengenai penetapan tanggal selanjutnya, tentunya kita akan bicarakan secara lebih detail pada saatnya. Saat ini mungkin belum waktunya karena perkembangan yang masih terus berlangsung di wilayah Timur Tengah,” kata Tri Tharyat, melalui keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).
Menurut Tri, keputusan itu merupakan hasil konsultasi dengan Sekretaris Jenderal D-8, para komisioner, serta para duta besar negara anggota D-8 di masing-masing negara akreditasi.
Indonesia resmi memegang keketuaan D-8 untuk periode 2026-2027. Kepemimpinan ini mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.”
D-8 merupakan organisasi kerja sama ekonomi yang beranggotakan Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki, dengan Azerbaijan sebagai anggota baru yang bergabung pada Desember 2024.
Konflik di Timur Tengah yang tak kunjung reda menjadi pertimbangan penundaan KTT D-8 di Jakarta. Ketegangan di Timur Tengah memanas setelah Iran diserang oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Hingga kini Iran melakukan serangan balasan ke wilayah Israel maupun jterhadap aset militer AS di kawasan tersebut dan secara efektif menutup jalur air Selat Hormuz, yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia. Sementara, Israel juga melakukan tindakan penyerangan balasan ke wilayah Iran dan Lebanon. Sedangkan, pesawat tempur AS juga dan kapal-kapal perang AS terus melakukan serangan balasan ke wilayah Iran.





