Radarnesia.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menetapkan kebijakan tegas bagi seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 untuk tetap mengenakan seragam identitas dan tidak memakai kain ihram selama puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah ini diambil untuk memastikan jemaah tidak kesulitan mencari bantuan di tengah jutaan manusia saat prosesi paling krusial tersebut.
“Jangan sampai petugas menggunakan atribut yang menyulitkan jemaah mengenali mereka. Makanya karakteristik fikih haji petugas itu beda dengan jemaah. Orientasinya adalah pelayanan,” ujar Kabag Pengelolaan Hasil Pengawasan dan Pengaduan Masyarakat Itjen Kemenhaj, Khalilurrahman, di Jakarta.
Khalilurrahman menjelaskan bahwa secara hukum fikih, ibadah haji para petugas laki-laki tetap sah meskipun tidak mengenakan kain ihram, selama mereka hadir di Padang Arafah pada waktu wukuf. Orientasi utama petugas pada tahun ini adalah profesionalitas, di mana mereka diminta untuk tidak memprioritaskan ritual pribadi demi menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah reguler.
Selain kewajiban berseragam, petugas juga mendapatkan rukhsah atau keringanan syariat terkait wajib haji lainnya, seperti bermalam (mabit) di Muzdalifah dan Mina serta melontar jumrah. Hal ini memungkinkan petugas tetap berada di pos-pos krusial untuk melayani jemaah yang sakit, tersesat, atau membutuhkan bantuan darurat tanpa terikat jadwal ritual fisik yang padat.
Kemenhaj menegaskan bahwa kemabruran haji bagi petugas tidak hanya diukur dari ritual fisik, melainkan dari keikhlasan melayani para tamu Allah. Kebijakan ini sekaligus menjadi jawaban atas komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan haji dan membuktikan bahwa petugas hadir sepenuhnya untuk mendampingi jemaah, bukan sekadar menjalankan ibadah pribadi.
Justru, menurut Khalilurrahman, meninggalkan pos tugas demi kepentingan ibadah sendiri berpotensi melanggar amanah. Petugas diharapkan siap secara mental untuk mendahulukan khidmah atau pelayanan, sehingga seluruh rangkaian puncak haji bagi jemaah Indonesia dapat berjalan lancar dan tertib.





