RADARNESIA.COM – Pemerintah Kota Jambi terus memacu akselerasi program prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., mendampingi langsung kunjungan kerja Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana, M.E.S., untuk memastikan kesiapan infrastruktur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut, Rabu (28/01/2026).

Dalam rangkaian kunjungan kerja ini, Kepala BGN meresmikan tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Kecamatan Alam Barajo dan Kecamatan Kotabaru. Peresmian tersebut berlangsung secara simbolis di Yayasan Hussa Rasya Aryani melalui penandatanganan prasasti, yang menandai dimulainya penguatan layanan gizi terintegrasi bagi masyarakat Jambi.

Prof. Dadan Hindayana menekankan bahwa kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci utama dalam menyukseskan program gagasan Presiden RI Prabowo Subianto ini. Program MBG dirancang secara khusus untuk memenuhi kecukupan gizi anak sekolah, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui. Langkah strategis ini merupakan bagian dari persiapan besar pemerintah dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045 melalui perbaikan kualitas kesehatan generasi mendatang.

Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa kehadiran SPPG di daerah tidak hanya fokus pada masalah kesehatan, tetapi juga memberikan efek domino bagi perekonomian lokal. Program ini secara aktif menyerap tenaga kerja lokal dan memanfaatkan hasil pertanian serta peternakan dari petani setempat sebagai bahan baku utama.

Wali Kota Jambi, Maulana, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah melalui penerbitan Keputusan Wali Kota Nomor 765 Tahun 2025. Regulasi ini mendasari pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan MBG yang melibatkan unsur Pemerintah Kota, Wakil Wali Kota, hingga jajaran Forkopimda.

Maulana mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah mengoperasikan 34 dapur MBG yang sudah melayani sekitar 94.000 warga atau setara dengan 34 persen dari total target penerima manfaat. Namun, Pemerintah Kota Jambi telah menetapkan target yang lebih ambisius untuk beberapa bulan ke depan.

“Kami menargetkan pada bulan Juni nanti sebanyak 76 dapur sudah berjalan seratus persen. Kehadiran dapur-dapur ini akan memberikan dampak luar biasa terhadap penurunan angka pengangguran di Kota Jambi, sekaligus secara efektif menekan angka stunting dan malnutrisi pada anak usia sekolah serta kelompok rentan lainnya,” tegas Maulana.

Kegiatan kunjungan kerja ini ditutup dengan pemberian bantuan secara simbolis oleh Wali Kota dan Kepala BGN kepada warga penerima manfaat. Melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Kota Jambi optimistis dapat menjadi salah satu barometer keberhasilan penyelenggaraan program gizi nasional di Indonesia.