Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Ribuan Warga di Jembrana Krisis Air Bersih Dampak Bencana Alam

×

Ribuan Warga di Jembrana Krisis Air Bersih Dampak Bencana Alam

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2023 07 11 10 17 54 09 Ribuan Warga Di Jembrana Krisis Air Bersih Dampak Bencana Alam

Radarnesia.com – Musibah banjir yang terjadi di Jembrana pada Jumat 7 Juli 2023 lalu, berdampak serius pada warga. Warga harus mengungsi selama beberapa lama.

Pantauan pada Selasa 11 Juli 2023, warga kesulitan mengakses air bersih karena sumur masih terendam air banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana harus menyuplai air bersih.

Scroll untuk baca artikel
Tutup Iklan

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengatakan, ada 24 titik lokasi bencana di seluruh Jembrana. Sebagian besar merupakan bencana banjir. Dari pemetaan BPBD Jembrana, kondisi terparah terjadi di Desa Pengembangan, Kecamatan Negara, dan Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan. Bahkan dampak banjir masih terasa hingga kemarin.

Baca Juga:  10 ribu Penari Riau Pecahkan Rekor Muri di Gebyar BBI BBWI 2024

“Karena banjir yang terjadi, warga mengalami kekurangan air bersih. Sumur warga tercemar air banjir,” jelas Agus.

Untuk mengatasi kekurangan air bersih tersebut, pihaknya memasang tandon penampungan air. Di Desa Gumbrih ada dua unit tandon air yang dipasang. “Kalau di Gumbrih, kebutuhan air bersih sedikit. Tidak setiap hari mengisi ulang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Safari Ramadhan ke Masjid Baitur Rahim, Bupati Pessel: Mari Kita Rakit Kepedulian Antar Sesama

Sementara di Desa Pengambengan, ada lima unit tandon air yang dipasang. Selain itu BPBD juga menyiagakan satu unit mobil tangki air yang siap digerakkan sewaktu-waktu saat warga membutuhkan air bersih. Seluruh tandon air diisi rutin dua kali sehari. Total ada 20 ribu liter air yang disiapkan.

Agus menyatakan suplai air bersih akan dilakukan selama warga membutuhkan air bersih. Ia memperkirakan suplai air akan dilakukan sepekan mendatang. Sebab sumur-sumur warga masih terendam air banjir. Sehingga butuh waktu agar air kembali jernih dan siap dikonsumsi.

Baca Juga:  Polres Purwakarta Berhasil Amankan Pelaku Pembunuh Nenek 82 Tahun

Terkait penanganan banjir di Pengambengan, BPBD menyatakan ada 1.484 kepala keluarga yang terdampak banjir. BPBD mengerahkan lima unit mesin pompa air untuk menyedot air yang masih merendam pemukiman warga. “Di beberapa titik lokasi, air lebih sulit surut karena tidak ada saluran drainase yang memadai,” ungkapnya.