RADARNESIA.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Rabu pagi, (8/7/2026). Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi sentimen utama yang membebani mata uang Garuda.

Mengutip data pasar, rupiah turun empat poin atau 0,02% ke level Rp17.984 per dolar AS. Posisi itu lebih lemah dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di Rp17.980 per dolar AS.

Analis menilai pelemahan rupiah dipicu meningkatnya tensi di Selat Hormuz. Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangkaian serangan baru ke Iran sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di jalur pelayaran strategis tersebut.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi militer itu merupakan respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz.

Sebelumnya, pada Selasa (7/7/2026), media nasional Iran IRIB melaporkan sebuah kapal milik Qatar, Al-Rekayyat, berupaya melintasi Selat Hormuz melalui jalur Oman dengan pengawalan Angkatan Laut AS. Namun kapal tersebut menjadi sasaran serangan setelah sejumlah peringatan disampaikan.

Meningkatnya konflik di kawasan produsen minyak utama dunia membuat investor cenderung melepas aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Di sisi domestik, sentimen positif datang dari data cadangan devisa Indonesia. Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 mencapai US$ 145,6 miliar. Angka itu menguat US$ 700 juta dibandingkan posisi akhir Mei 2026 sebesar US$ 144,9 miliar.

BI menyebut kenaikan cadangan devisa terutama didorong oleh penerimaan pajak dan jasa. Namun peningkatan itu terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang terus dilakukan BI merespons tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Dengan posisi tersebut, cadangan devisa Indonesia setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini berada jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Namun, investor masih mengantisipasi rilis indeks kepercayaan konsumen siang ini yang diperkirakan akan naik ke 125,” ujar Lukman, analis pasar uang.

*Proyeksi Rupiah Hari Ini*
Dengan kombinasi sentimen eksternal yang menekan dan data domestik yang mixed, analis memperkirakan pergerakan rupiah hari ini masih akan berada dalam tekanan.

Rupiah diperkirakan diperdagangkan di kisaran Rp17.950 – Rp18.050 per dolar AS.

Jika eskalasi di Timur Tengah berlanjut, potensi pelemahan lebih lanjut masih terbuka. Sebaliknya, jika data kepercayaan konsumen AS malam nanti sesuai ekspektasi dan meredam sentimen risk-off, rupiah berpeluang menahan pelemahannya.