RADARNESIA.COM – Aparat kepolisian Turki dilaporkan menahan lebih dari 100 orang yang nekat mengikuti aksi long march demonstrasi anti-NATO pada Minggu (5/7/2026). Penangkapan massal tersebut terjadi menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) aliansi militer itu di ibu kota Ankara pada pekan depan.

Aksi unjuk rasa massal yang diorganisir oleh Partai Komunis Turki (TKP) ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap kehadiran NATO. Massa bergerak menuju pusat kota dengan tuntutan menolak kebijakan militer aliansi tersebut karena dinilai memperbesar risiko militerisasi kawasan dan bertentangan dengan prinsip netralitas Turki.

Mengutip laporan Reuters, Senin (6/7/2026), pihak TKP mengonfirmasi dalam rilis resminya bahwa penangkapan dilakukan saat massa mencoba menggelar protes di Alun-Alun Kizilay, sebuah kawasan yang terletak di pusat kota Ankara.

“Lebih dari 100 anggota partai, termasuk jajaran administrator dan pengurus inti, langsung diangkut paksa oleh petugas ke pusat penahanan,” tulis pernyataan resmi TKP.

Alun-Alun Kizilay merupakan titik simbolis demonstrasi di Ankara dan kerap menjadi lokasi berkumpulnya massa aksi. Guna mengantisipasi kericuhan, pihak kepolisian sebenarnya telah menutup sejumlah akses menuju area tersebut sejak pagi hari.

Rekaman video di lokasi kejadian memperlihatkan situasi yang cukup tegang. Para pengunjuk rasa tampak mengibarkan bendera palu arit serta bendera TKP, sembari meneriakkan yel-yel perlawanan ke udara dengan sangat keras.

Situasi semakin memanas ketika massa menolak untuk mundur dan mencoba menerobos barikade pengamanan. Pasukan polisi antihuru-hara yang berjaga ketat langsung merespons aksi tersebut dengan menembakkan gas air mata guna membubarkan kerumunan massa yang mulai tidak terkendali.

Akibat tembakan gas air mata tersebut, asap putih terlihat mengepul di area alun-alun dan membuat massa berhamburan. Beberapa pengunjuk rasa dilaporkan mengalami sesak napas dan terpaksa mendapat pertolongan pertama dari tim medis sukarela di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Ankara belum merilis jumlah pasti korban luka maupun pasal yang disangkakan kepada para demonstran yang ditahan. Otoritas setempat juga belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait skema pengamanan KTT NATO mendatang.

Insiden penangkapan massal ini diprediksi akan semakin menambah ketegangan politik di Turki menjelang pertemuan para pemimpin negara anggota NATO. Demi menjaga kondusivitas, aparat keamanan diperkirakan bakal memperketat penjagaan di sejumlah titik strategis ibu kota dalam beberapa hari ke depan.