Radarnesia.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pendekatan berbasis sains, untuk mencapai swasembada air. Kepala BRIN Arif Satria menegaskan swasembada air hanya dapat diwujudkan, melalui inovasi teknologi dan komponen lain.

“Sebenarnya inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh BRIN sudah banyak dipakai di berbagai daerah. Ini perlu diperluas lagi dan perlu kolaborasi dengan berbagai kampus yang ada di Indonesia ini. Kedua adalah persoalan air sebagai persoalan tata kelola,” ujar Arif dalam keterangan yang dikutip Rabu, 25 Februari 2026.

Hal tersebut diungkap dalam town hall meeting yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan. Menurut Arif, saat ini 74 persen air bersih nasional digunakan untuk sektor pertanian dan peternakan.

Arif menilai pendekatan berbasis sains harus menjadi fondasi kebijakan. Ia menyebut, berbagai inovasi hemat air yang dikembangkan BRIN dan perguruan tinggi perlu diperluas melalui hilirisasi yang lebih cepat dan kolaborasi lintas sektor.

Di samping itu, Arif mengatakan tata kelola air melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat. Namun, pemecahan masalah air menurutnya juga perlu dipecahkan oleh sektor pertanian, yang juga melibatkan inovasi.

Menurut Arif perlu inovasi-inovasi yang bertujuan untuk menghemat air. Termasuk, menghasilkan teknik peternakan yang lebih hemat air.

“Kemudian juga persoalan di koordinasi di antara kementerian sehingga di sinilah letak leadership menjadi sangat-sangat penting sekali,” jelasnya.

Sedangkan pada masyarakat sosial, ia menegaskan, kampanye hemat air tetap harus digalakkan untuk mengubah perilaku masyarakat.

Menurut Arif, hal ini menyangkut masalah prilaku. Sebagai konsumen, kata dia, perlu memanfaatkan air dengan seefisien mungkin.

“Sehingga kampanye hemat air ini menurut saya harus terus digalakkan untuk mengubah berlaku kita supaya lebih menghargai air,” kata Arif.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, swasembada air merupakan sebuah isu yang berdasar, fundamental, dan menjadi salah satu elemen penting dalam asta cita.

“Kami tadi membahas, menjelaskan dengan semua stakeholders yang hadir, pada akhirnya air ini adalah permasalahan bersama, bukan hanya pemerintah, bukan hanya urusan Kementerian PU. Karena kita ingin menghadirkan air yang memadai untuk kebutuhan hidup manusia, untuk pertumbuhan ekonomi kita,” kata AHY.