RADARNESIA.COM – Ratusan petugas kebersihan yang dikenal sebagai “Pasukan Oranye” menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Keris Siginjai, Kota Jambi, Senin (5/1/2026). Aksi ini dipicu oleh keluhan terkait upah yang dinilai belum layak di tengah beban kerja yang berat dalam menangani persoalan sampah kota.

​Dalam orasinya, para pendemo mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi agar menyesuaikan penghasilan mereka hingga setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP). Mereka merasa upah saat ini masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan sektor pekerja kasar lainnya.

“Kami menuntut kenaikan gaji, kalau bisa setara UMP. Tukang bangunan saja gajinya sehari Rp150 ribu, kenek paling tidak Rp100 ribu. Sementara kami masih di bawah itu,” ujar salah seorang petugas kebersihan di sela-sela aksi.

​Wali Kota Jambi, dr. Maulana, turun langsung menemui para pengunjuk rasa untuk mendengarkan aspirasi mereka. Ia menyambut baik tuntutan tersebut dan menyatakan bahwa aspirasi para petugas sejalan dengan rencana strategis Pemerintah Kota dalam merombak sistem pengelolaan sampah.

​Maulana menjelaskan, Pemkot Jambi berencana melakukan efisiensi besar-besaran dengan beralih dari armada angkutan sampah konvensional yang sudah tua ke kendaraan listrik berbasis GPS.

​“Tuntutannya baik dan memang sesuai dengan rencana kami. Kita akan mengalihkan operasional ke kendaraan listrik. Dengan sistem ini, biaya untuk BBM dan pemeliharaan (maintenance) bisa kita pangkas habis,” terang Maulana.

Anggaran yang selama ini “tersedot” untuk bahan bakar dan perawatan mobil tua itulah yang nantinya akan dialihkan untuk mendongkrak kesejahteraan dan gaji para petugas. Selain rencana kenaikan upah, Maulana menegaskan bahwa Pemkot Jambi telah menganggarkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh petugas lapangan.

Tidak hanya soal gaji, pertemuan tersebut juga mengungkap kendala lapangan yang dihadapi Pasukan Oranye. Maulana menyoroti rendahnya disiplin masyarakat dalam membuang sampah yang membuat kerja petugas menjadi tidak efektif.

​“Kami mendengar keluhan petugas; lahan yang baru saja mereka bersihkan seringkali kembali menumpuk sampah dalam waktu singkat. Disiplin masyarakat kita masih rendah,” tambahnya.

Terkait realisasi kenaikan gaji, Maulana memastikan pihaknya akan segera melakukan penghitungan dan penyesuaian anggaran. Ia membuka peluang untuk menggunakan pos anggaran lain, termasuk dana Belanja Tidak Terduga (BTT), guna menutupi kebutuhan kesejahteraan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, membeberkan data terkait jumlah dan besaran upah yang diterima sekitar 1.100 petugas kebersihan saat ini. Berdasarkan rinciannya, upah harian petugas masih tergolong rendah, untuk ​Sopir: Rp85.750 per hari, ​Kru Angkutan: Rp65.750 per hari dan ​Petugas Penyapu: Rp65.250 per hari.

​Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat keamanan ini berakhir dengan tertib. Para petugas kebersihan berharap janji Wali Kota untuk menghitung ulang skema gaji mereka bukan sekadar angin lalu, demi keberlangsungan hidup keluarga mereka. (Red)