Radarnesia.com – Nilai tukar mata uang sering kali mencerminkan kondisi ekonomi suatu negara. Berdasarkan daftar yang dirilis Forbes Advisor, terdapat sepuluh mata uang yang tercatat memiliki nilai paling rendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini dipengaruhi kombinasi inflasi tinggi, ketidakstabilan ekonomi, tekanan global, serta tantangan struktural di masing-masing negara.

Berikut 10 mata uang terlemah di dunia:

1. Pound Lebanon

Pound Lebanon menempati posisi terlemah akibat krisis ekonomi berkepanjangan. Inflasi ekstrem, runtuhnya sistem perbankan, serta ketidakpastian politik membuat nilai mata uang ini anjlok dan daya beli masyarakat turun drastis.

2. Rial Iran

Rial Iran melemah karena sanksi internasional, inflasi tinggi, serta terbatasnya akses perdagangan global. Kondisi ini membuat nilai mata uang sulit pulih meski negara tersebut memiliki sumber daya alam melimpah.

3. Dong Vietnam

Dong Vietnam bernilai rendah akibat kebijakan nilai tukar jangka panjang serta struktur ekonomi yang berbasis ekspor. Pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil belum cukup mendorong penguatan mata uang secara signifikan.

4. Kip Laos

Kip Laos tertekan oleh beban utang luar negeri yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang terbatas. Faktor ini membuat nilai tukar kip sulit bersaing di pasar valuta asing global.

5. Rupiah Indonesia

Rupiah dipengaruhi fluktuasi ekonomi global, pergerakan suku bunga internasional, serta tekanan inflasi. Meski fundamental ekonomi nasional dinilai relatif kuat, rupiah tetap sensitif terhadap sentimen pasar.

6. Som Uzbekistan

Som Uzbekistan mencerminkan tantangan ekonomi negara yang masih berada dalam tahap reformasi. Keterbatasan investasi asing serta diversifikasi ekonomi yang belum optimal memengaruhi stabilitas mata uang.

7. Franc Guinea

Franc Guinea melemah akibat ketergantungan tinggi pada ekspor sumber daya alam dan minimnya diversifikasi ekonomi. Ketidakstabilan domestik turut menekan nilai tukar mata uang ini.

8. Guarani Paraguay

Guarani Paraguay memiliki nilai tukar rendah karena perannya yang terbatas dalam perdagangan internasional serta struktur ekonomi yang masih didominasi sektor agraris.

9. Ariary Madagaskar

Ariary Madagaskar terpengaruh inflasi, keterbatasan infrastruktur ekonomi, serta tantangan pembangunan yang belum merata di berbagai wilayah.

10. Shilling Uganda

Shilling Uganda menutup daftar akibat defisit perdagangan dan ketergantungan tinggi pada sektor pertanian yang rentan terhadap perubahan iklim dan fluktuasi harga global.

Daftar sepuluh mata uang terlemah di dunia ini menunjukkan bahwa nilai tukar tidak semata ditentukan oleh ukuran ekonomi suatu negara. Stabilitas politik, tingkat inflasi, struktur industri, serta dinamika global menjadi faktor penentu utama.