Amerika Serikat Meminta Bantuan China untuk Menghentikan Serangan Houthi di Laut Merah

RADARNESIA.COM – Kondisi di Laut Merah kini semakin memanas akibat perang antara Amerika Serikat dan Inggris melawan Houthi Yaman.

Perang tersebut terjadi akibat Houthi menguasai sebagian besar wilayah Yaman dan mengatakan mereka mendukung sekutunya, Hamas, dengan menargetkan kapal-kapal yang menuju ke Israel.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Meluas Selama 3 Hari, 99 Orang Tewas Akibat Kebakaran Hutan di Chili

Akibat dari serangan di Laut Merah, Amerika Serikat dengan sekutunya Inggris membalas serangan ke pihak Houthi di Yaman.

Kelompok bersenjata Houthi Yaman mengatakan akan terus melakukan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah meskipun ada sebutan teroris dari Amerika Serikat (AS).

Houthi tidak akan menghentikan serangan mereka ke kapal yang terkait dengan Israel yang melintas di Laut Merah dan Laut Arab.

“Operasi angkatan laut kami di Laut Merah dan Laut Arab akan terus menargetkan kapal-kapal Israel yang terkait dengan entitas musuh,” demikian keterangan tertulis pada Hizam al-Assad, anggota akun X biro politik Houthi.

Baca Juga:  Kondisi RS Indonesia di Gaza Rusak Parah, Mayat Bergeletakan

Al-Assad menyatakan bahwa kelompok tersebut akan melanjutkan serangannya selama konflik di Jalur Gaza masih berlanjut.

Baru-baru ini tersiar kabar bahwa Amerika Serikat meminta bantuan kepada pemerintah Tiongkok untuk menghentikan serangan Houthi di Laut Merah.

Dilansir dari Financial Time (26/1), Amerika Serikat telah meminta Tiongkok (China) untuk mendesak Teheran mengendalikan pemberontak Houthi dukungan Iran yang menyerang kapal-kapal komersial di Laut Merah, namun hanya melihat sedikit tanda bantuan dari pihak Tiongkok, menurut para pejabat Amerika.

Baca Juga:  Italia Dilaporkan Dilanda Musim Flu Terparah

AS telah berulang kali mengangkat masalah ini kepada para pejabat tinggi Tiongkok dalam tiga bulan terakhir, namun hanya sedikit bantuan yang diberikan Tiongkok untuk menghentikan serangan tersebut.

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan dan wakilnya, Jon Finer, membahas masalah ini dalam pertemuan bulan ini di Washington dengan Liu Jianchao, kepala Departemen Hubungan Internasional Partai Komunis Tiongkok.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *