Radarnesia.com – Pertamina memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Aceh tetap berlangsung meski sejumlah daerah terdampak bencana masih terisolir akibat putusnya jalur darat. Upaya penyaluran dilakukan melalui moda pesawat dan angkutan khusus menggunakan Intermediate Bulk Container (IBC), sejalan dengan percepatan penanganan darurat bencana di provinsi tersebut.
Sales Area Manager Pertamina Aceh, Misbah Bukhari, menjelaskan bahwa suplai BBM ke wilayah Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues dilakukan secara bertahap mengikuti kondisi akses yang masih terbatas. “Untuk daerah yang benar-benar terisolir seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah, sementara ini kami hanya bisa menjangkau melalui jalur udara,” ujarnya.
Untuk kawasan Gayo Lues, Pertamina menggunakan moda transportasi pickup yang mengangkut kontainer IBC dari Depot Meulaboh. Penyaluran dilakukan melalui jalur Aceh Barat Daya lalu diteruskan menuju Bener Meriah.
“Kami sudah koordinasi dengan Polres dan Dandim setempat. Alhamdulillah, metode IBC ini bisa menjangkau wilayah yang sebagian aksesnya masih tertutup,” kata Misbah.
Adapun untuk Bener Meriah dan Aceh Tengah, opsi angkutan darat belum dapat dilakukan karena jalur nasional dan kabupaten masih belum dapat ditembus baik oleh BNPB maupun pihak lainnya.
Khusus dua kabupaten tersebut, Pertamina memastikan pengiriman via pesawat tetap dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM bagi kebutuhan darurat, kendaraan operasional, alat berat, serta fasilitas layanan publik.
“Moda pesawat ini memang memiliki keterbatasan kapasitas sehingga volume yang kami kirim belum bisa maksimal. Namun kami pastikan pasokan tetap berjalan untuk mendukung percepatan pembukaan akses dan penanganan lapangan,” jelasnya.
Selain penyaluran ke wilayah terisolir, Pertamina juga mempercepat pemulihan operasional SPBU di Aceh Tamiang yang terdampak banjir besar.
Hingga hari ini, tiga SPBU telah kembali beroperasi, sementara empat lainnya sedang dalam proses perbaikan akibat kerusakan berat.
“Kerusakan SPBU beragam, tetapi tiga sudah bisa kita operasikan. Empat lagi dalam tahap pengerjaan dan kami upayakan segera normal kembali,” tutur Misbah.
Menanggapi isu terkait ketersediaan stok BBM, Pertamina memastikan kondisi penyaluran tetap stabil. Stok di Depot Krueng Raya dipastikan dalam kondisi aman dan dipantau bersama pemangku kepentingan, termasuk Sekda Aceh yang turut meninjau langsung.
Misbah menjelaskan bahwa depot memiliki ketersediaan 5–6 hari aman, berdasarkan rata-rata penyaluran harian sekitar 1.300 kiloliter (1,3 juta liter). “Suplai dari kapal masuk secara bertahap dan bersifat dinamis, tetapi stok kita jaga tetap aman hingga suplai berikutnya tiba,” katanya.
Pertamina menegaskan bahwa kendala utama distribusi saat ini adalah akses jalur darat yang belum dapat ditembus menuju sejumlah kecamatan terdampak paling parah. Di luar wilayah terisolir, penyaluran BBM berjalan normal sesuai kebutuhan masyarakat.
“Secara umum tidak ada kendala lain. Kami menyalurkan sesuai kebutuhan di lapangan. Prioritas kami adalah memastikan titik-titik terisolir tetap mendapat suplai meski melalui moda terbatas,” ungkap Misbah.
Pertamina menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pemulihan wilayah Aceh hingga seluruh rantai distribusi dan fasilitas operasional kembali normal sepenuhnya.









