RADARNESIA.COM – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau langsung kondisi dermaga apung yang ambruk dan mengalami kerusakan parah di Desa Tanjung Senjulang, Kecamatan Bram Itam, Senin (06/07).

Peninjauan ini merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Barat terhadap laporan masyarakat. Dermaga tersebut merupakan infrastruktur vital yang menjadi akses utama transportasi air sekaligus urat nadi aktivitas warga setempat.

Dermaga apung yang dibangun sejak tahun 2018 ini dilaporkan mengalami pelapukan akibat usia bangunan serta tingginya intensitas penggunaan sehari-hari.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi dermaga apung tersebut sangat memprihatinkan. Sebagian besar struktur logamnya telah mengalami korosi dan keropos di berbagai titik.

Saat air pasang, bagian depan dermaga bahkan ikut tenggelam. Kondisi ini menyulitkan mobilitas warga—khususnya pengguna transportasi air seperti *pompong*—dan sangat berpotensi membahayakan keselamatan.

Dalam keterangannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan bahwa meski struktur bangunan halte dermaga secara umum masih layak, perbaikan darurat harus segera dilakukan agar fasilitas tersebut aman digunakan kembali.

“Kami sudah meninjau langsung ke lokasi. Secara struktur halte masih baik, namun perbaikan akan segera kita lakukan. Saat ini kita sedang menunggu kondisi air sedikit surut. Diperkirakan dalam dua hingga tiga hari ke depan pekerjaan fisik sudah bisa dimulai,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan bahwa Pemkab Tanjung Jabung Barat akan mempercepat penanganan ini dengan mengoordinasikan Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Langkah cepat ini diambil demi memulihkan kembali mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat sekitar.

Selain perbaikan jangka pendek, Bupati Anwar Sadat juga berharap pengelolaan dermaga ke depannya dapat dialihkan secara mandiri kepada pemerintah desa demi keberlanjutan perawatan fasilitas.

“Harapan kami, halte dermaga ini nantinya dapat dikelola mandiri oleh desa. Biaya perawatannya bisa bersumber dari anggaran desa maupun kontribusi para penambang atau pengguna jasa transportasi. Dengan begitu, fasilitas ini tetap terawat dan memberikan manfaat jangka panjang,” tambahnya.

Sembari menunggu proses perbaikan dimulai dalam beberapa hari ke depan, Bupati mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat melintasi area dermaga guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.