RADARNESIA.COM, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan komitmen sosialnya terhadap dunia pendidikan tanah air menjelang tahun ajaran baru 2026. Melalui inisiatif berkelanjutan bertajuk program “Seragam Sekolah untuk Semua” (SESAMA), badan usaha milik negara di sektor energi ini menyalurkan bantuan sebanyak 8.888 paket perlengkapan sekolah yang didistribusikan secara serentak ke berbagai wilayah di Indonesia.

Langkah nyata ini digerakkan secara masif oleh seluruh lini bisnis perusahaan. Dalam rincian distribusinya, induk holding Pertamina menyalurkan sebanyak 2.600 paket perlengkapan sekolah. Sementara itu, kekuatan lima subholding di bawah payung Pertamina Group turut berkontribusi signifikan dengan masing-masing menyalurkan 1.250 paket perlengkapan sekolah guna memastikan sebaran bantuan berjalan lebih luas dan merata ke sektor-sektor yang membutuhkan.

Program SESAMA dirancang khusus untuk menyasar kelompok masyarakat prasejahtera yang berada pada kategori desil 1 hingga desil 4 dalam basis data kemiskinan. Selain itu, kelompok masyarakat produktif di sektor transportasi informal dan pelayanan publik juga menjadi prioritas penerima manfaat, di antaranya pengemudi ojek online (ojol) serta ojek pangkalan, sopir bajaj dengan bahan bakar gas (BBG), guru honorer, warga disabilitas, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), hingga masyarakat yang berada di wilayah terdampak bencana alam.

“Kegiatan ini adalah satu bagian dari kegiatan yang akan terus-menerus dilakukan oleh Pertamina, dan akan ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang mendapat manfaat dari kegiatan ini,” ujar Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, saat memimpin seremonial penyerahan bantuan di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2026).

Simon menjelaskan bahwa akumulasi kontribusi nyata dari Pertamina Group hingga bulan Juli 2026 ini telah mencatatkan pencapaian total penyaluran sebanyak 20.028 paket bantuan yang menyasar para siswa-siswi di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Setiap paket bantuan yang diserahkan telah dikurasi secara lengkap demi memenuhi kebutuhan mendasar para pelajar dalam proses belajar mengajar. Komponen di dalam paket tersebut meliputi seragam sekolah baru, sepatu, tas sekolah, berbagai alat tulis, kaus kaki, hingga botol minum guna mendukung kampanye pengurangan sampah plastik di lingkungan sekolah.

Lebih lanjut, Simon menggarisbawahi bahwa program SESAMA bukan sekadar kegiatan filantropi atau bentuk kepedulian sosial biasa dari korporasi. Program ini merupakan manifestasi dari rasa apresiasi, penghormatan yang mendalam, sekaligus ucapan terima kasih yang tulus atas kepercayaan dan dukungan yang senantiasa dialirkan oleh seluruh lapisan masyarakat kepada perusahaan selama ini. “Pertamina adalah milik rakyat Indonesia. Kita semua yang memiliki Pertamina,” tutur Simon dengan penuh penekanan.

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan—yang akrab disapa oleh masyarakat dengan panggilan Iwan Bule—turut memberikan pandangan serta pesan mendalam yang dititipkan khusus kepada anak-anak penerima bantuan program SESAMA.

Iwan Bule berharap agar kelengkapan fasilitas sekolah yang baru ini tidak sekadar menjadi barang bawaan fisik, namun mampu menjadi pemantik psikologis yang meningkatkan kepercayaan diri serta motivasi para siswa di ruang kelas.

“Saya titip pesan saja untuk anak-anakku. Jadikan seragam ini pemicu semangat sekolah, yang rajin ya. Harus hormat sama orang tua, cium tangan Ibu Bapak kalau mau berangkat sekolah,” ungkap Iwan Bule dengan hangat.

Dengan adanya sinergi yang kuat antara jajaran direksi dan dewan komisaris, Pertamina menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa kehadiran perusahaan negara ini dapat dirasakan langsung dampaknya secara inklusif. Melalui perluasan jangkauan program dari tahun ke tahun, Pertamina Group berharap dapat terus berkontribusi dalam menekan angka putus sekolah dan meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera dalam menghadapi siklus tahun ajaran baru di Indonesia.