JAKARTA, RADARNESIA.COM – Suasana haru menyelimuti kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/7/2026). Aktris Richa Novisha hadir dalam acara special screening sekaligus gala premier film terbaru produksi Abelle Pictures yang berjudul “Lastri: Arwah Kembang Desa”. Kehadiran Richa bukan sekadar sebagai tamu undangan biasa, melainkan untuk menyaksikan dedikasi dan karya terakhir dari mendiang suaminya, aktor senior Gary Iskak, yang telah berpulang pada akhir November 2025 lalu akibat kecelakaan sepeda motor.
Langkah kaki Richa menuju ruang teater terasa begitu berat namun penuh keteguhan. Bagi aktris berusia 40 tahun tersebut, momen ini menjadi ruang meluapkan emosi yang campur aduk antara rasa bangga, sedih, dan rindu yang mendalam. Didampingi oleh jajaran pemain serta kru produksi, Richa berusaha tegar menghadapi kenyataan bahwa sang suami kini hanya bisa ia saksikan melalui guratan visual di layar lebar.
“Tadi masuk ke sini lagi menguatkan hati sih sebenarnya. Apa ya, aku gak bisa ngomong apa-apa kalau sudah menyangkut sama Gary,” ungkap Richa Novisha dengan suara bergetar di hadapan awak media.
Medium Pengobat Rindu yang Abadi
Meskipun harus menata hati dengan saksama sebelum film diputar, ibu dua anak ini mengaku sangat bersyukur atas perilisan karya tersebut. Baginya dan keluarga, film Lastri: Arwah Kembang Desa bukan sekadar tontonan horor komersial, melainkan sebuah warisan sinematik yang sangat berharga. Film ini bertransformasi menjadi medium abadi yang bisa ia kunjungi kapan saja demi mengobati rasa rindu kepada belahan jiwanya.
“Senang banget ada kenangan Mas Gary yang insyaallah akan abadi seumur hidup dengan menonton film ini. Setidaknya ada momen mengobati kangen ya, gitu,” tutur Richa sembari tersenyum getir.
Rasa penasaran yang besar terhadap kualitas akting terakhir sang suami menjadi dorongan terbesar bagi Richa untuk tetap bertahan dan mengikuti seluruh rangkaian acara premier hingga selesai. Ia ingin menyaksikan bagaimana profesionalisme Gary Iskak tetap menyala hingga akhir hayatnya.
Sinopsis: Mengangkat Urban Legend Tahun 1980-an
Lastri: Arwah Kembang Desa merupakan sebuah drama horor yang tidak hanya menjual kepanikan lewat jumpscare, melainkan juga menawarkan narasi yang kuat dengan mengangkat urban legend lokal. Film ini mengambil latar waktu yang estetis sekaligus mencekam, yaitu pada era tahun 1980-an.
Secara garis besar, alur cerita berfokus pada teror gaib mencekam yang dialami oleh seorang wanita tua bernama Atmi. Kehidupan Atmi mendadak berubah menjadi mimpi buruk saat ia terus-menerus dihantui oleh arwah penasaran bernama Lastri—sang kembang desa. Usut punya usut, arwah Lastri bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas atas sebuah tragedi kelam yang terjadi 30 tahun silam. Masa lalu yang begitu pahit dan penuh ketidakadilan tersebutlah yang dahulu membuat Lastri putus asa hingga akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Dalam film ini, mendiang Gary Iskak memainkan peran yang sangat krusial sebagai tokoh bernama Turenggo. Karakter Turenggo disebut-sebut menjadi salah satu kunci penting yang mengurai benang kusut misteri kematian Lastri di masa lalu.
Jajaran Pemain dan Jadwal Tayang
Selain menampilkan penampilan emosional terakhir dari Gary Iskak, film garapan Abelle Pictures ini juga bertabur bintang berbakat tanah air. Karakter-karakter di dalam lingkaran misteri tahun 1980-an ini diperankan dengan apik oleh:
-
Hana Saraswati
-
Yama Carlos
-
Audy Bella
-
Nando Hilmy
-
Debby Sahartian
-
Ratu Meta
Kombinasi antara akting solid para pemeran, penyutradaraan yang matang, serta nilai sentimental dari Gary Iskak membuat film ini menjadi salah satu film horor yang paling diantisipasi pertengahan tahun ini. Bagi para pencinta sinema horor domestik yang penasaran dengan kisah balas dendam sang kembang desa, film Lastri: Arwah Kembang Desa dijadwalkan bakal tayang serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 16 Juli 2026.









