Radarnesia.com – Abu vulkanik tidak hanya mengganggu jarak pandang dan kebersihan lingkungan. Partikel berukuran sangat kecil juga dapat menjadi ancaman bagi kesehatan karena berpotensi masuk ke saluran pernapasan.
Dokter Sondang Ruth Angelia Sirait, M.Ked.(Paru), SpP menjelaskan, abu vulkanik terdiri atas partikel dengan ukuran yang beragam. Sebagian berukuran cukup besar, sementara lainnya sangat halus sehingga mudah terbawa udara dan terhirup manusia.
Menurutnya, partikel abu yang berukuran sangat kecil perlu mendapat perhatian lebih karena dapat masuk lebih jauh ke dalam sistem pernapasan. Kondisi tersebut berbeda dengan partikel yang berukuran lebih besar dan cenderung tertahan pada saluran napas bagian atas.
Salah satu jenis partikel yang perlu diwaspadai adalah PM2,5. Partikel dengan ukuran sangat kecil tersebut memiliki kemampuan menembus saluran pernapasan lebih dalam dibandingkan partikel berukuran lebih besar.
PM2,5 dapat mencapai saluran napas kecil hingga bagian alveoli atau kantong udara di dalam paru-paru. Ketika masuk ke bagian tersebut, partikel dapat menimbulkan iritasi dan memicu respons peradangan pada jaringan pernapasan.
Dampaknya dapat semakin terasa pada orang yang berada di wilayah terdampak paparan abu vulkanik dalam waktu tertentu. Terlebih, abu yang beterbangan dapat membuat kualitas udara menurun dan meningkatkan jumlah partikel yang terhirup.
Karena itu, masyarakat yang berada di sekitar wilayah dengan paparan abu vulkanik perlu meningkatkan perlindungan terhadap saluran pernapasan. Penggunaan masker yang sesuai menjadi salah satu langkah penting ketika harus beraktivitas di luar ruangan saat abu masih beterbangan.
Selain itu, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara dipenuhi abu vulkanik. Menutup pintu dan jendela juga dapat membantu mengurangi masuknya partikel abu ke dalam ruangan.
Paparan abu vulkanik tidak sebaiknya dianggap hanya sebagai persoalan lingkungan. Ukuran partikel menjadi faktor penting karena semakin halus partikelnya, semakin jauh pula kemungkinan partikel tersebut masuk ke dalam saluran pernapasan.
Dengan memahami risiko tersebut, masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat selama terjadi hujan atau sebaran abu vulkanik. Perlindungan terhadap pernapasan menjadi penting, terutama ketika paparan berlangsung berulang atau dalam waktu cukup lama.




