BRI Dukung Penyelenggaraan Istana Berbatik Gaungkan Pemberdayaan UMKM Batik sebagai Warisan Dunia

RADARNESIA.COM – Dalam rangka merayakan Hari Batik Nasional, Kementerian BUMN mempersembahkan Istana Berbatik. Sebagai wujud melestarikan identitas budaya Nusantara tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI turut berperan aktif dalam mendukung kegiatan yang digelar pada Minggu (1/10) di Kawasan Istana Merdeka, Jakarta.

Perhelatan tersebut dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang dalam sambutannya senantiasa mengajak seluruh masyarakat untuk aktif melestarikan dan membanggakan Batik Indonesia. “Indonesia patut berbangga memiliki Batik, yang bukan hanya sebagai karya seni biasa tapi warisan budaya tak benda budaya dunia,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Senada dengan Presiden Jokowi. Menteri BUMN, Erick Thohir mengajak masyarakat Indonesia untuk aktif melestarikan dan menumbuhkan kebanggan serta kecintaan terhadap kekayaan Indonesia salah satunya batik. Erick juga menekankan agar rasa kebanggaan atas batik harus selalu ditanamkan dalam hati seluruh pegawai di Lingkungan Kementerian BUMN dan BUMN.

Baca Juga:  Indonesia Optimistis Capai Pertumbuhan Ekonomi di Level 5 Persen pada 2024

“Batik kerap menemani dalam berbagai aktivitas, bukan sekedar busana, namun mengandung sejarah dan nilai-nilai tradisi luhur serta filosofi dari bangsa Indonesia yang sangat berharga, dimana sarat akan kekayaan budaya kita, itu sebabnya kita patut terus berbangga dan turut serta melestarikan batik dalam kehidupan sehari-hari kita” ujar Erick.

Sementara itu Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto yang hadir langsung pada perhelatan tersebut mengungkapkan dukungan penuh untuk perhelatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian perseroan dalam melestarikan warisan budaya Indonesia. “Batik merupakan intangible heritage dari Indonesia dan telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Untuk itu tentu harus kita jaga, rawat, dan lestarikan bersama,” ucapnya.

BRI mempercayakan 6 nasabah UMKM untuk tampil dan mendukung selama gelaran Istana Berbatik berlangsung. Mereka adalah Apip Batik yang menampilkan Batik Jogja, Batik Pekalongan yang ditampilkan Perada Batik, Batik Solo yang ditampilkan oleh Batik Soga, Batik Sasirangan Banjarmasin yang ditampilkan oleh Irma Batik, Batik Lasem yang ditampilkan oleh Purnomo Batik, dan Batik Madura yang ditampilkan oleh Arji Batik.

Baca Juga:  BNI dan OJK Gelar Edukasi Perencanaan Keuangan

Dalam mengembangkan UMKM, BRI memiliki berbagai program pemberdayaan, salah satunya adalah program klasterku hidupku yang saat ini BRI telah memberdayakan 17.418 klaster usaha di seluruh Indonesia, dan klaster-klaster ini setidaknya telah mendapatkan 1.155 pelatihan dan literasi serta 372 bantuan sarana prasarana produktif. Dan selanjutnya program Rumah BUMN. BRI telah memiliki 54 Rumah BUMN, yang menaungi lebih dari 400 ribu pelaku UMKM dan telah melaksanakan lebih dari 10 ribu pelatihan. Program pemberdayaan tersebut termasuk klaster pengrajin batik yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Baca Juga:  Produksi CPO Indonesia dan Malaysia Diprediksi Mentok Kisaran 70 Juta Ton

Sebagai informasi, hingga akhir Triwulan II 2023 BRI berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp1.202,13 triliun dengan penopang utama pertumbuhan yakni pada segmen mikro yang tumbuh 11,41% yoy. Penyaluran kredit mikro yang tumbuh double digit membuat proporsi kredit UMKM BRI juga terus meningkat. Hal tersebut menjadikan yang pertama kalinya kredit UMKM BRI menembus di atas Rp1.000 triliun, dan BRI berkomitmen untuk terus meningkatkan porsi kredit UMKM mencapai 85% di tahun 2024.

Penyelenggaraan kegiatan Istana Berbatik melibatkan berbagai lapisan masyarakat, dimulai dari para perwakilan kerajaan Nusantara, pejabat bersama perwakilan BUMN, perwakilan Gubernur 38 Provinsi Indonesia, Duta Besar, publik figur, serta masyarakat.

Pagelaran Istana Berbatik didukung oleh berbagai BUMN dan anak perusahaan. Hal ini merupakan salah satu pergerakan dalam menanamkan rasa kebanggaan berbatik masyarakat Indonesia, sehingga batik lebih erat dalam keseharian dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *