Scroll untuk baca artikel
Nasional

Fregat Merah Putih Indonesia Akan Adopsi Teknologi Canggih Kapal Perang Kelas De Zeven Provincien

×

Fregat Merah Putih Indonesia Akan Adopsi Teknologi Canggih Kapal Perang Kelas De Zeven Provincien

Sebarkan artikel ini
Fregat Merah Putih Indonesia Akan Adopsi Teknologi Canggih Kapal Perang Kelas De Zeven Provincien

RADARNESIA.COM – Belanda memiliki kapal perang kombatan canggih saat ini yang bernama kelas De Zeven Provincien yang masuk dalam kategori fregat.

Bukan fregat sembarangan, kelas De Zeven Provincien masuk dalam klasifikasi fregat Anti Aircraft Warfare (AAW) yang dikutip dari laman Defensie nl.

Scroll untuk baca artikel
Tutup Iklan

Dengan masuk kedalam fregat AAW maka tak heran jika kelas De Zeven Provincien sangat menonjol dalam persenjataan rudal termasuk teknologi pendukungnya.

Terbukti pada kelas De Zeven Provincien memiliki 40 tabung peluncur rudal vertikal pada bagian depan kapal yang berjenis Mk-41.

Yang menarik dari 40 tabung peluncur rudal vertikal jenis Mk-41 andalan kelas De Zeven Provincien adalah kemampuan daya tampung rudal yang berbagai macam.

Fregat Merah Putih Indonesia Akan Adopsi Teknologi Canggih Kapal Perang Kelas De Zeven Provincien

Mulai dari rudal SM-2MR / Block IIIA SAM dan RIM-162 Evolved Sea Sparrow Missile spesialisasi anti udara bisa dibawa kelas De Zeven Provincien.

Teruntuk rudal RIM-162 Evolved Sea Sparrow Missile pada kelas De Zeven Provincien dapat mengusung quad-packed yang artinya dalam 1 tabung peluncur rudal vertikal Mk-41 dapat diisi 4 rudal.

Sedangkan rudal SM-2MR / Block IIIA SAM hanya dapat diisi 1 rudal di 1 tabung peluncur rudal vertikal Mk-41 kelas De Zeven Provincien kebanggaan Belanda.

Itu artinya total ada 64 rudal anti udara yang bisa dimuat di fregat kelas De Zeven Provincien.

Dengan kemampuan tersebut maka kelas De Zeven Provincien bisa mengeliminasi banyak target udara mulai dari drone, jet tempur, rudal anti kapal, pesawat pengebom, rudal balistik subsonic, termasuk rudal balistik.

Selain rudal yang banyak, kelas De Zeven Provincien juga dibekali dengan sederet teknologi sensor kelas canggih seperti radar APAR (Active Phased Array Radar) buatan Thales yang bentuknya menjulang tinggi pada di bagian depan kapal.

APAR pada kelas De Zeven Provincien merupakan sebuah radar pendeteksi udara dan permukaan yang daya deteksinya bisa mencapai 150-200 km serta APAR dapat mendeteksi objek terbang rendah yang mengancam kapal.

Selain APAR, kelas De Zeven Provincien memiliki SMART-L Mk2 pada bagian belakang kapal berbentuk persegi panjang berwarna hitam dan bertugas radar peringatan dini jarak jauh dan dapat mendeteksi di jarak 2.000 km.

Termasuk peran Scout Surface search radar dan dukungan Sirius Long range dual band infrared seeker ada pada kelas De Zeven Provincien.

Dengan dukungan teknologi canggih tersebut maka kelas De Zeven Provincien dapat memainkan peran anti permukaan.

Terbukti pada kelas De Zeven Provincien mempunyai 2×4 peluncur Mk-141 yang dapat membawa delapan RGM-84 Harpoon pada bagian tengah.

Termasuk 1 unit meriam utama Oto-Breda 127/54 Compact DP Gun pada bagian depan serta Goalkeeper CIWS pada bagian belakang.

Sekaligus beberapa senjata Oerlikon 20mm dan M2 Browning 12,7mm memperkuat kelas De Zeven Provincien.

Untuk memaksimalkan peran buru anti kapal selam maka kelas De Zeven Provincien dilengkapi senjata 2×3 peluncur Mk 32 Mod 9 torpedo yang beramunisikan Mk 46 Mod 5 torpedoes yang terletak pada sisi kanan dan kiri.

Untuk fasilitas kelas De Zeven Provincien memiliki hanggar dan helideck yang dapat membawa serta menampung helikopter sekelas NH90.

Kapal perang kelas De Zeven Provincien sendiri memiliki beragam sistem antisipasi alat pengecoh mulai dari SRBOC Mk 36 launcher untuk antisipasi rudal anti kapal dan AN/SLQ-25 Nixie untuk antisipasi pengecoh anti torpedo.

Serta peran peperangan elektronika seperti Thomson Racalmemperkuat kelas De Zeven Provincien.

Dalam sejarahnya, kelas De Zeven Provincien sendiri dibuat untuk menggantikan kapal perang Tromp class Jacob van Heemskerck class yang usianya sudah tua.

Alhasil Belanda menunjuk perusahaan Damen untuk merancang dan membuat kelas De Zeven Provincien.

Akhirnya pada tahun 1998 mulailah pembuatan kelas De Zeven Provincien pertama dan Belanda sudah memiliki 4 unit.

Yang menarik dari kelas De Zeven Provincien adalah dimensi serta berat tonasenya yang mirip seperti kapal perusak.

Diketahui jika berat penuh kelas De Zeven Provincien mencapai 6.050 ton dengan panjang 144,24 meter serta lebar 18,8 meter.

Lalu draft kelas De Zeven Provincien mencapai 5,18 meter yang membuatnya cukup besar untuk sekelas fregat.

Untuk sistem penggerak kelas De Zeven Provincien menggunakan teknologi Combined Diesel and Gas (CODAG) dengan dapat menghasilkan kecepatan maksimal sampai 30 knots serta jarak 7.400 km di kecepatan jelajah 18 knot.

Fregat kelas De Zeven Provincien sendiri memiliki awak kru hanya 174 personel.

Selain itu, kelas De Zeven Provincien sendiri nantinya akan ada kemiripan dengan Fregat Merah Putih Indonesia perihal teknologi canggihnya.

Teknologi tersebut adalah peluncur vertikal Mk-41 yang akan dipakai di Fregat Merah Putih Indonesia sebagai peluncur rudal vertikal sama seperti Type 31 Inggris yang dikutip dari Naval Technology pada 19 Mei 2023.

Sayangnya pihak Indonesia yaitu PT PAL dan Kemhan RI belum merilis informasi soal rencana pemasangan peluncur vertikal Mk-41 di Fregat Merah Putih Indonesia. Jika itu benar maka Fregat Merah Putih Indonesia memiliki kemiripan teknologi dengan kelas De Zeven Provincien Belanda.***