Radarnesia.com – Indonesia dan Inggris sepakat memperdalam kolaborasi strategis di bidang perubahan iklim dan lingkungan hidup.

Kolaborasi ini mencakup program konservasi satwa kunci seperti gajah Sumatera sekaligus pemulihan mata pencaharian masyarakat di sekitar habitatnya, sebagai bagian dari kemitraan ekonomi hijau yang lebih luas.

Dalam pernyataan resmi, Selasa (20/1/2026, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyebut kerja sama kedua negara juga menjangkau agenda besar keuangan berkelanjutan dan transisi hijau.

Dubes Jermey menegaskan, komitmen Inggris dalam mendukung target Indonesia sebagai penyerap karbon bersih, yang sangat bergantung pada keberhasilan transisi energi. “Salah satu program andalan kami adalah ‘Mentari’ yang mendukung aspirasi Indonesia menuju penyerap karbon bersih, target yang sangat bergantung pada keberhasilan peralihan ke energi terbarukan,” kata Jermey.

Tidak hanya di sektor energi, Inggris juga mengembangkan platform ‘Melaju’ untuk mendorong infrastruktur berkelanjutan.

Platform itu dirancang untuk membantu Indonesia memajukan komitmennya di bidang transportasi ramah lingkungan, pembangunan perkotaan hijau, serta sektor strategis lainnya.

Di balik kerja sama teknis tersebut, Jermey menyoroti potensi ekonomi yang belum sepenuhnya tergarap. Saat ini, Indonesia merupakan pasar ekspor ke-54 bagi Inggris, suatu posisi yang dinilai belum mencerminkan potensi sesungguhnya. “Itulah sebabnya kami menyelenggarakan pertemuan bisnis tingkat tinggi dan akan meluncurkan kemitraan pertumbuhan ekonomi baru. Kita saling membutuhkan untuk mendorong pertumbuhan,” ujarnya.

Presiden RI Prabowo Subianto tengah melakukan kunjungan ke Inggris untuk bertemu Raja Charles III dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Dalam pertemuan dengan PM Inggris, Prabowo membahas kesepakatan sejumlah kerja sama strategis, termasuk di bidang ekonomi dan maritim.

Sementara dengan Raja Charles III, Presiden Prabowo membicarakan pelestarian alam dan lingkungan, termasuk konservasi gajah, bersama sejumlah tokoh filantropi dunia.