Radarnesia.com – Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Budi Setiyono, menegaskan pentingnya penguatan program pada pendekatan siklus hidup secara komprehensif dalam memperkuat ketahanan keluarga Indonesia.

Hal itu disampaikan Sekretaris Kemendukbangga dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bangga Kencana 2026, di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Dalam forum nasional tersebut, Budi memaparkan lima pilar utama kebijakan strategis yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sejak balita hingga usia lanjut. Kelima pilar itu menjadi arah transformasi program Bangga Kencana dalam menjawab tantangan pembangunan keluarga ke depan.

Pertama, Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang berfokus pada intervensi gizi dan pengasuhan bagi keluarga rentan stunting guna memastikan tumbuh kembang anak optimal.

Kedua, Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) yang menghadirkan fasilitas penitipan anak (daycare) terstandarisasi dengan pengasuh tersertifikasi untuk mendukung orang tua bekerja.

Ketiga, GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) yang memperkuat peran ayah dalam keluarga melalui layanan konseling dan penguatan komunitas guna menjawab persoalan fatherless.

Keempat, SIDAYA (Lansia Berdaya) yang mendorong pemberdayaan dan layanan kesehatan lansia berbasis komunitas agar tetap sehat, produktif, dan mandiri di usia senja.

Kelima, AI-SuperApps Tentang Keluarga, yang mengintegrasikan data kependudukan melalui teknologi kecerdasan buatan untuk menghadirkan pemantauan berbasis data akurat sekaligus layanan konsultasi keluarga berbasis AI.

“Inisiatif ini bertujuan menciptakan ekosistem sosial yang inklusif dengan mengolaborasikan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Budi Setiyono dalam laporannya.

Selain penguatan program, Budi juga menyampaikan capaian reformasi birokrasi di tengah transformasi kelembagaan dari badan menjadi kementerian. Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Kemendukbangga tercatat sebesar 83,67 dengan predikat Memuaskan, meningkat 1,5 poin dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai SAKIP mencapai 71,7 dengan predikat Sangat Baik (BB).

Dalam aspek tata kelola data, Kemendukbangga mencanangkan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA). Menurut Budi, transformasi digital harus berjalan seiring dengan ketertiban arsip agar setiap kebijakan memiliki rekam jejak autentik dan akuntabel.

Rakornas yang berlangsung secara hybrid tersebut diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia, termasuk Kepala Perwakilan BKKBN dan tenaga lini lapangan. Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan mitra strategis, antara lain BPJS Ketenagakerjaan dan konsorsium perguruan tinggi. “Pembangunan keluarga adalah kerja kolaboratif. Kita ingin meyakinkan semua pihak bahwa transformasi dari badan menjadi kementerian ini akan membawa perbaikan nyata dalam pelayanan masyarakat,” pungkas Budi.