Radarnesia.com – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terus mematangkan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 dengan menitikberatkan pada aspek keselamatan, kesiapan layanan transportasi, dan penguatan fasilitas pendukung pemudik.
Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Ernita Titis Dewi menyampaikan bahwa Kemenhub menyiapkan sejumlah program strategis untuk memastikan perjalanan mudik berjalan lancar dan berkeselamatan. Salah satu program utama adalah mudik gratis yang disiapkan untuk ribuan peserta dengan dukungan ratusan armada bus.
Program mudik gratis tersebut melayani berbagai tujuan utama seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DI Yogyakarta, hingga sejumlah wilayah di Sumatra, dengan penambahan rute dibandingkan tahun sebelumnya. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi resmi melalui kanal Kemenhub agar memperoleh jadwal dan mekanisme pendaftaran secara tepat.
Selain layanan mudik gratis, Kemenhub juga memperkuat pengawasan keselamatan angkutan umum melalui inspeksi kendaraan atau rampcheck sebelum armada dioperasikan. Pemeriksaan mencakup aspek teknis kendaraan, kelengkapan administrasi, serta kesiapan awak angkutan guna memastikan kendaraan laik jalan.
Dari sisi prasarana, kesiapan terminal sebagai simpul transportasi turut menjadi perhatian. Direktur Prasarana Transportasi Jalan Toni Tauladan menegaskan bahwa setiap angkutan umum yang berangkat dari terminal wajib melalui prosedur pemeriksaan sesuai standar operasional untuk menjamin keselamatan penumpang.
Menurut Toni, angkutan yang telah memenuhi persyaratan keselamatan dan kelayakan akan memperoleh persetujuan jalan dari kepala terminal. Sebaliknya, kendaraan yang belum memenuhi ketentuan akan menjalani pemeriksaan ulang hingga dinyatakan layak beroperasi.
Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, Kemenhub telah menerapkan sistem digital Terminal on System (TOS) di 115 terminal tipe A yang melayani angkutan antarkota antarprovinsi. Melalui sistem ini, status uji berkala kendaraan dan perizinan trayek dapat dipantau secara daring dan transparan.
Kemenhub juga mengimbau masyarakat untuk memilih angkutan yang berkeselamatan dengan naik dan turun bus di terminal resmi. Langkah ini dinilai penting karena kendaraan yang beroperasi di terminal telah melalui proses inspeksi keselamatan sesuai ketentuan.
Di luar aspek transportasi umum, Kemenhub mengingatkan pemudik pengguna kendaraan pribadi untuk mempersiapkan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi, mematuhi rambu lalu lintas, serta memperhatikan informasi cuaca dan potensi wilayah rawan bencana. Sejumlah titik rest area disiapkan untuk mendukung keselamatan perjalanan jarak jauh.
Dengan penguatan layanan, pengawasan keselamatan, dan pemanfaatan sistem digital, Kemenhub menargetkan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 berlangsung aman, tertib, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat hingga tiba di tujuan.







