Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Kurangnya Pengawasan Dinas PUTR Purwakarta, APP Sambangi Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi di Lewui Urug

×

Kurangnya Pengawasan Dinas PUTR Purwakarta, APP Sambangi Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi di Lewui Urug

Sebarkan artikel ini

Radarnesia.com- Aliansi Pemuda Pondoksalam (APP) yang tergabung dalam 5 Organisasi, yaitu Karang Taruna, Ormas Gibas, LSM GMBI, Ormas LMP dan Ormas GNRI yang ada di kecamatan Pondoksalam mendatangi pekerjaan kegiatan peningkatan jaringan irigasi di lewui urug Desa Pondok Bungur Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta.

Kedatangan Aliansi Pemuda Pondoksalam (APP) ke lokasi kegiatan pekerjaan peningkatan jaringan irigasi tersebut guna meninjau langsung terkait informasi yang diperoleh dari beberapa warga, bahwasanya material jenis batu untuk kegiatan tersebut sebagian diambil dari sungai ciherang.

“Kita ke lokasi kegiatan, tujuannya untuk melihat langsung pekerjaan irigasi ini, Sebab ada informasi yang kita dapat dari warga kalau batu yang digunakan untuk kegiatan diambil dari sungai ciherang, dan ternyata pada saat kita sampai kelokasi kegiatan, benar batu yang digunakan sebagian diambil dari sungai ciherang,” ujar Rapid Bendahara APP sekaligus Ketua Ormas Gibas Pondoksalam, Kamis (21/03/2024).

Baca Juga:  Kadis Ariansyah Dorong Diskominfo Kabupaten/Kota Tingkatkan Nilai SPBE
Kegiatan Peningkatan Jaringan Irigasi di Lewui Urug Desa Pondokbungur

Dikatakan Rapid, Pada saat kita kelokasi kegiatan tidak ada terlihat pengawas dari dinas PUTR, yang ada hanya para pekerjaan. dan proses tahap awal pekerjaannya juga tidak sesuai teknis yang seharusnya.

“Kita (APP) kelokasi kegiatan, selain ingin mencari kebenaran dari informasi yang didapat dari warga kita juga ingin bertemu langsung dengan pengawas dari dinas yang ada dilapangan, tapi sayangnya tidak ada satupun pengawas dari dinas PUTRĀ  dilapangan, yang ada dilokasi hanya para pekerja. Terlihat jelas saat kita kelokasi para pekerja sedang memecah batu yang diambil dari sungai ciherang lalu diangkut ke atas, dan ada juga yang memesang batu tapi tanpa digali terlebih dahulu, seharusnyakan agar pekerjaan tersebut kuat dan tahan lama harus digali terlebih dahulu dengan kedalaman sesuai juklak juknis buat pondasi,” ucap Rapid.

Baca Juga:  Kompolnas RI Kunjungi Polres Pasaman Barat Dalam Rangka Pengawasan Fungsional Kinerja Polri

Ditambahkan Rapid, “Sebagai warga pondoksalam, Sekaligus kontrol sosial di wilayah Kecamatan Pondoksalam. Kita sangat menyayangkan kegiatan peningkatan jaringan irigasi yang anggaran sebanyak itu dalam pelaksanaannya seperti asal asalan dan juga diduga tidak transparan, karena pada papan kegiatan tidak tertulis berapa volume pada kegiatan tersebut,”Kata Rapid.

Aliansi Pemuda Pondoksalam Saat Meninjau Langsung Kelokasi Kegiatan Peningkatan Jaringan Irigasi di Lewui Urug Desa Pondokbungur

Dari acuan diatas, kuat dugaan pekerjaan peningkatan jaringan irigasi di lewui urug di Mark up oknum yangbtidak bertanggung jawab bisa jadi untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, serta diduga kegiatan tersebut mengakangi Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang sungai dan UU KIP no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

Baca Juga:  Tujuh Pemuda Ditetapkan Jadi Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI

Kegiatan peningkatan jaringan irigasi di lewui urug Desa Pondok Bungur Kecamatan Pondok Salam melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Purwakarta tersebut menelan anggaran sebesar Rp 1.283.367.000 (Satu miliar dua ratus delapan puluh tiga juta tiga ratus enam puluh tujuh ribu rupiah) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024 dengan waktu pelaksanaan 90 hari kelender yang dikerjakan oleh CV Widya Duta Pratiwi sebagai penyedia jasa dengan nomor SPMK : 14/SPMK.SDA/PPK.LUG/ll/2024.

(Ahmadi Madun)