RADARNESIA.COM – Konten kreator sekaligus dokter, Dion Haryadi ikut bersuara mengenai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) SMAN 2 Pamekasan, Jawa Timur yang sempat viral.
Seperti diketahui, SMAN 2 Pamekasan, Jawa Timur mengembalikan sebanyak 1.022 porsi MBG yang dikirim hari Senin, 9 Maret 2026.
MBG tersebut disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) As-Salman Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu.
Menurut Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh Arifin, ada menu lele yang dianggap masih mentah tak layak untuk dikonsumsi oleh siswa saat berbuka puasa.
Dokter Dion Haryadi berkomentar mengenai menu lele yang dibagikan untuk MBG di Pamekasan, tapi menyayangkan pengemasan dan proses memasaknya.
“Dari kemarin heboh lele mentah untuk MBG. Saya ngerti maksudnya untuk dimasak di rumah, oke. Tapi kan proses distribusinya harus dipikirkan dong,” tulisnya pada unggahan video di laman Instagram, dikutip pada Jumat, 13 Maret 2026.
Ia juga sempat membandingkan menu lauk ungkep dari SPPG lain yang menurutnya sudah benar dalam hal pemrosesan dan distribusi.
“Padahal kemarin ada yang udah bagus dan harus diapresiasi. Ada SPPG yang ngasih paket ayam ungkep terus divakum. Nanti dimasak di rumah, anget-anget tinggal tambahi sayur sama karbo,” ujarnya dalam video tersebut.
“Ini menurut saya udah jauh lebih bagus dari paket makanan kering yang berseliweran terus selama bulan puasa ini,” lanjutnya.
Mempertanyakan Pemrosesan Distribusi SPPG As-Salman
Dalam video tersebut, Dion mempertanyakan tentang pendistribusian dan kondisi menu lele setelah dibagikan kepada penerima manfaat.
“Apakah mungkin pihak SPPG memperkirakan di hari itu cuaca di Pamekasan bisa mencapai -3 derajat Celcius sehingga makanan mentahnya ‘Nggak apa-apa deh, kita biarkan begitu di suhu ruangan tanpa kulkas dan dibagiin pagi buat makan malam nanti,’” lanjutnya.
Ia juga mempertanyakan tentang pemorsian MBG saat itu di mana menu 1 ikan lele, 2 tahu, dan 2 tempe untuk 3 hari.
“Satu lele, dua tempe, dan dua tahu untuk 3 hari makan dengan modal sekitar Rp40 ribuan? Dan yang ketiga, ketika makanan dikembaliin, berarti ada kerugian yang ditanggung oleh siapa?” tuturnya.
“Penolakan hari ini pada Senin tanggal 9 Maret 2026 untuk jatah 3 hari ditolak hari ini. Ada 2 potong tempe, 2 potong tahu, dan satu lele mentah hari ini,” ujar Moh. Arifin, dikutip dari unggahan di akun Instagram @adreli_48.
Arifin menyebut bahwa makanan tersebut tak layak dibagikan karena ada lele mentah yang bisa membuat makanan lainnya basi karena dikemas menjadi satu.
“MBG hari ini di SMAN 2 Pamekasan tidak layak dibagikan kenapa? Karena lele yang masih hidup ini diperkirakan jam 12 siang membusuk dan merusak yang lain,” terangnya.
“Jadi, mohon maaf untuk dapur, sekolah bersikap demi keselamatan anak-anak. Tolong diperhatikan,” tegasnya.
SPPG As-Salman Sebut Bukan Lele Mentah, tapi Sudah Dimarinasi.
Usai kejadian tersebut viral, Ahli Gizi SPPG As-Salman, Fikri Mutawakkil, mengatakan bahwa lele yang dibagikan adalah lele marinasi.
“Kenapa kami menggunakan lele marinasi? Karena memperhatikan gizi di lelenya dan yang kedua untuk menambah protein di hari itu,” kata Fikri dalam keterangannya pada Selasa, 10 Maret 2026.
Pihak SPPG kemudian mengklaim bahwa menu lele bisa tahan hingga satu hari karena sudah dimarinasi.
“Penyimpanan lele marinasi itu bisa sampai satu hari,” tukasnya sambil berjanji akan melakukan evaluasi.












