Radarnesia.com – Telur merupakan sumber protein hewani yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, orang tua perlu memperhatikan cara pengolahannya karena pemberian telur mentah atau setengah matang kepada balita dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri Salmonella.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa telur berpotensi mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan salmonellosis. Infeksi ini menyerang saluran pencernaan dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada anak berusia di bawah lima tahun.

Mengutip informasi resmi IDAI, kontaminasi bakteri dapat terjadi melalui cangkang telur yang retak. Karena itu, orang tua perlu memastikan telur yang diberikan kepada anak telah diolah dengan benar hingga matang sempurna.

Apa Itu Salmonellosis dan Bagaimana Gejalanya?

Salmonellosis merupakan infeksi akibat bakteri Salmonella yang umumnya menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Telur mentah dan telur setengah matang termasuk makanan yang berisiko membawa bakteri tersebut.

Menurut penjelasan IDAI, balita memiliki risiko mengalami gejala keracunan makanan akibat Salmonella lebih tinggi dibandingkan orang dewasa yang mengonsumsi telur mentah atau setengah matang.

Gejala infeksi biasanya muncul sekitar 12–72 jam setelah seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Keluhan yang dapat terjadi meliputi diare, demam, muntah, serta dehidrasi akibat kehilangan cairan tubuh.

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dehidrasi pada anak dapat membahayakan kesehatan apabila tidak segera ditangani. Orang tua disarankan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami diare berat, muntah berulang, atau menunjukkan tanda kekurangan cairan.

Cara Aman Memberikan Telur kepada Balita

Telur tetap dapat menjadi bagian dari menu makanan anak karena mengandung protein dan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Hal terpenting adalah memastikan telur disiapkan secara higienis dan dimasak hingga matang.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk mengurangi risiko infeksi Salmonella:

* Pilih telur yang kondisinya baik. Hindari telur dengan cangkang retak atau kotor.

* Masak telur hingga matang sempurna. Pastikan bagian putih dan kuning telur mengeras sebelum diberikan kepada anak.

* Jaga kebersihan tangan dan peralatan. Cuci tangan serta peralatan memasak setelah bersentuhan dengan telur mentah.

* Perhatikan penyimpanan telur. Simpan telur dengan cara yang tepat untuk menjaga kualitas dan mengurangi risiko kontaminasi.

* Hindari makanan berbahan telur mentah. Makanan seperti mayones rumahan, mousse, atau tiramisu yang menggunakan telur tanpa pemasakan memadai juga berpotensi membawa risiko infeksi.

IDAI juga menjelaskan bahwa telur yang dimasak hingga matang tidak kehilangan seluruh kandungan nutrisinya. Bahkan, telur matang lebih mudah dicerna oleh saluran pencernaan anak dibandingkan telur mentah.

Utamakan Keamanan Pangan Anak

Pemberian makanan bergizi perlu disertai perhatian terhadap kebersihan dan keamanan pengolahannya. Meski telur mudah diperoleh dan harganya relatif terjangkau, orang tua sebaiknya tidak memberikan telur mentah dengan alasan meningkatkan kekuatan atau mempercepat pertumbuhan anak.

Memasak telur hingga matang merupakan langkah sederhana untuk membantu mengurangi risiko infeksi Salmonella. Dengan pengolahan yang tepat, telur dapat menjadi salah satu pilihan sumber protein untuk mendukung tumbuh kembang balita.

Orang tua juga perlu memperhatikan kondisi anak setelah mengonsumsi makanan. Jika muncul gejala yang mengarah pada infeksi atau dehidrasi, segera konsultasikan dengan tenaga medis agar anak memperoleh penanganan yang sesuai.