Radarnesia.com – Harga emas pada periode pertama November 2026 mengalami penurunan seiring menguatnya mata uang utama dunia dan meningkatnya imbal hasil obligasi di pasar global. Kondisi tersebut memengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) emas oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Penguatan mata uang global dan kenaikan imbal hasil obligasi membuat investor mulai mempertimbangkan instrumen investasi lain yang dinilai mampu memberikan keuntungan lebih kompetitif. Situasi ini turut memberikan tekanan terhadap harga emas di pasar internasional.

Berdasarkan penetapan Kemendag, HPE emas untuk periode pertama November 2026 ditetapkan sebesar USD132.756,02 per kilogram (kg).

Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 1,68 persen dibandingkan periode kedua Oktober 2026 yang mencapai USD135.024,36 per kg.

Penurunan HPE ini menunjukkan adanya perubahan kondisi pasar komoditas global yang turut memengaruhi pergerakan harga emas.

Penguatan Mata Uang Global Tekan Harga Emas

Penguatan mata uang utama dunia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga emas. Ketika mata uang tertentu menguat, daya tarik emas sebagai instrumen investasi dapat mengalami perubahan.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi juga menjadi pertimbangan bagi investor dalam menentukan pilihan investasi.

Instrumen keuangan yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi berpotensi menarik minat investor untuk mengalihkan sebagian dananya dari emas.

Perubahan strategi investasi tersebut kemudian dapat memberikan tekanan terhadap permintaan emas di pasar global.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan harga emas pada awal November 2026 dipengaruhi oleh kombinasi faktor nilai tukar, imbal hasil obligasi, serta keputusan investor dalam mengelola asetnya.