Radarnesia.com – Harga BBM masih menjadi perhatian masyarakat, terutama setelah memasuki awal bulan yang biasanya menjadi waktu evaluasi harga bahan bakar minyak oleh badan usaha.
Berdasarkan informasi terbaru, harga BBM Pertamina pada Sabtu, 3 Oktober 2026, belum mengalami perubahan. Harga BBM subsidi tetap dipertahankan, sedangkan sejumlah produk nonsubsidi masih mengacu pada harga yang berlaku sejak penyesuaian September 2026.
Kondisi tersebut membuat masyarakat tidak perlu menghadapi perubahan harga BBM pada awal Oktober. Pertalite masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar berada di level Rp6.800 per liter.
Untuk BBM nonsubsidi, harga Pertamax berbeda berdasarkan wilayah distribusi. Karena itu, konsumen perlu memperhatikan daftar harga yang berlaku di provinsi masing-masing sebelum mengisi bahan bakar.
Harga BBM Pertamina di Jambi
Bagi masyarakat Jambi, daftar harga BBM Pertamina per 3 Oktober 2026 termasuk dalam kelompok wilayah Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung.
Pada wilayah tersebut, Pertalite dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Sementara itu, Pertamax tercatat Rp16.300 per liter.
Adapun Pertamax Turbo berada di harga Rp20.000 per liter. Kemudian Dexlite dijual Rp24.200 per liter dan Pertamina Dex Rp25.750 per liter.
Perbedaan harga antarwilayah terjadi karena struktur harga BBM nonsubsidi dapat dipengaruhi sejumlah komponen distribusi dan ketentuan yang berlaku di masing-masing daerah.
Karena itu, daftar harga nasional yang beredar di media sosial belum tentu sama dengan harga yang ditemui konsumen di SPBU wilayah tertentu.
Pertalite dan Biosolar Tetap
Harga Pertalite menjadi salah satu informasi yang paling banyak dicari masyarakat karena BBM tersebut digunakan secara luas oleh pemilik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pada 3 Oktober 2026, harga Pertalite masih Rp10.000 per liter. Sementara Biosolar tetap Rp6.800 per liter. Tidak ada perubahan harga untuk kedua produk BBM subsidi tersebut.
Pertamina sebelumnya menyampaikan bahwa harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Sementara untuk produk nonsubsidi, Pertamina menyatakan harga periode Oktober masih sama dengan periode sebelumnya setelah mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat.
Harga Pertamax dan BBM Nonsubsidi
Untuk masyarakat Jambi dan sejumlah provinsi di Sumatera, Pertamax tercatat Rp16.300 per liter pada 3 Oktober 2026.
Harga tersebut berbeda dengan wilayah Jawa dan beberapa daerah lain yang tercatat Rp15.950 per liter. Perbedaan harga ini menunjukkan pentingnya konsumen mengecek daftar harga berdasarkan lokasi SPBU.
Pertamax Turbo di wilayah Jambi dan kelompok wilayah yang sama berada di angka Rp20.000 per liter. Sementara Dexlite mencapai Rp24.200 per liter dan Pertamina Dex Rp25.750 per liter.
Sementara secara nasional, Pertamina sebelumnya melakukan penyesuaian harga beberapa BBM nonsubsidi pada September. Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan dibanding harga Agustus, sedangkan Pertamax tetap berada pada level sebelumnya di sejumlah wilayah.
Harga BBM SPBU Swasta
Selain Pertamina, sejumlah badan usaha swasta juga tidak melakukan perubahan harga pada awal Oktober. Vivo, BP-AKR, dan Shell masih mencantumkan harga berdasarkan periode sebelumnya.
Harga Revvo 92 Vivo berada di Rp16.130 per liter, sedangkan Revvo 95 mencapai Rp19.330 per liter. Untuk BP-AKR, BP 92 berada di Rp16.130 per liter dan BP Ultimate Rp19.330 per liter.
Adapun Shell saat ini tercatat menjual Shell V-Power Diesel dengan harga Rp25.420 per liter. Sejumlah produk bensin Shell masih belum tersedia berdasarkan daftar yang dipublikasikan pada 3 Oktober 2026.
Bagi konsumen, informasi harga BBM penting diperhatikan sebelum melakukan perjalanan jauh. Selain mengetahui harga per liter, pengendara juga dapat memperkirakan kebutuhan bahan bakar berdasarkan jarak perjalanan dan konsumsi kendaraan.
Dengan belum adanya perubahan harga pada awal Oktober, masyarakat masih dapat menggunakan harga BBM yang berlaku sebagai acuan pengeluaran harian.
Namun, harga BBM dapat berubah mengikuti kebijakan perusahaan, pemerintah, kondisi pasar minyak, serta faktor lain yang memengaruhi harga energi. Karena itu, konsumen sebaiknya selalu mengecek informasi terbaru sebelum mengisi BBM.






