Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Asap dan Debu Kemerdekaan di Jakarta

×

Asap dan Debu Kemerdekaan di Jakarta

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2023 08 17 01 47 13 48 Asap Dan Debu Kemerdekaan Di Jakarta

Radarnesia.com – Setelah 78 tahun merdeka, akhirnya ada juga yang menjadi nomor satu di dunia selain kemampuan negara ini dalam mengeruk sumber daya alam. Apa itu? Ibukota negara Indonesia yakni Jakarta berdasarkan penilaian internasional telah ditetapkan sebagai kota dengan polusi udara nomor satu di dunia.

Penilaian ini diberikan oleh sebuah lembaga global yang cukup kredibel. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 170 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2.5. KLHK sendiri sebagai lembaga pemerintah mengakui bahwa sumber polusi berasal dari sektor transportasi.

Scroll untuk baca artikel
Tutup Iklan

Jadi polusi Jakarta ini karena konsumsi BBM yang luar biasa besar, sehingga menghasilkan asap yang mencemari udara hingga pada tingkat yang sangat buruk dan berbahaya bagi kesehatan manusia.

Sebenarnya ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM dan LPG di Indonesia khususnya di Jakarta yakni dengan program mobil dan motor listrik serta kompor induksi. Namun, program mobil-motor listrik tampaknya dibuat untuk digagalkan, mengapa dikatakan demikian? Karena insentif dan subsidi motor listrik hanya untuk kelompok masyarakat miskin, yang boro-boro beli motor listrik, makan aja masih susah.

Baca Juga:  Tradisi Unik Sambut Lebaran, Grebeg Syawal Keraton Jogja

Sementara program kompor induksi untuk mengganti LPG yang juga berbahan baku minyak bumi malah dikeroyok rame-rame oleh DPR. Jadi keduanya gagal sudah!

Kondisi polusi Jakarta yang terus meningkat dari tahun ke tahun sebetulnya sudah diperingatkan oleh berbagai kalangan. Bahkan, ada yang menggugat pemerintah ke pengadilan atas kelalaiannya dalam mengatasi polusi. Pemerintah lalai dalam menjamin keselamatan bangsa Indonesia sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.

Penilaian ini diberikan oleh sebuah lembaga global yang cukup kredibel. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 170 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2.5. KLHK sendiri sebagai lembaga pemerintah mengakui bahwa sumber polusi berasal dari sektor transportasi.

Jadi polusi Jakarta ini karena konsumsi BBM yang luar biasa besar, sehingga menghasilkan asap yang mencemari udara hingga pada tingkat yang sangat buruk dan berbahaya bagi kesehatan manusia.

Sebenarnya ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM dan LPG di Indonesia khususnya di Jakarta yakni dengan program mobil dan motor listrik serta kompor induksi. Namun, program mobil-motor listrik tampaknya dibuat untuk digagalkan, mengapa dikatakan demikian? Karena insentif dan subsidi motor listrik hanya untuk kelompok masyarakat miskin, yang boro-boro beli motor listrik, makan aja masih susah.

Baca Juga:  Atlet Jambi Mulai Jalani Pelatda PON XXI Aceh-Sumut, Budi Setiawan: Kita Bentuk Jiwa Korsa Demi Prestasi Gemilang

Sementara program kompor induksi untuk mengganti LPG yang juga berbahan baku minyak bumi malah dikeroyok rame-rame oleh DPR. Jadi keduanya gagal sudah!

Kondisi polusi Jakarta yang terus meningkat dari tahun ke tahun sebetulnya sudah diperingatkan oleh berbagai kalangan. Bahkan, ada yang menggugat pemerintah ke pengadilan atas kelalaiannya dalam mengatasi polusi. Pemerintah lalai dalam menjamin keselamatan bangsa Indonesia sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan beberapa pejabat pemerintah lainnya, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dinyatakan bersalah atas kelalaian lingkungan dalam gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2021). Mereka dianggap gagal mengatasi polusi udara kronis.

Gugatan ini sebelumnya diajukan warga pada 2019 terhadap Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Gubernur DKI Jakarta, serta Gubernur Banten dan Gubernur Jawa Barat.

Gugatan ini sebelumnya diajukan warga pada 2019 terhadap Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Gubernur DKI Jakarta, serta Gubernur Banten dan Gubernur Jawa Barat.

Baca Juga:  Safari Ramadan, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani Ajak Masyarakat Terus Bersinergi Bangun Jambi

Gugatan yang diajukan 32 orang penggugat dari Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Ibu Kota) ini mengatakan gugatan itu adalah upaya terakhir untuk memaksa pihak berwenang mengambil tindakan terhadap polusi udara di Jakarta dan sekitarnya, daerah yang dihuni lebih dari 30 juta orang.

Memang Jokowi, Anies, dan gubernur Jawa Barat tidak dihukum badan atas putusan pengadilan ini, akan tetapi telah dinyatakan bersalah. Jadi sebenarnya ini adalah putusan yang serius, sebagai peringatan keras agar pemerintah berbenah.

Jika putusan seperti ini di negeri lain, boleh jadi presiden dan gubernurnya akan mundur sebagai bentuk pertanggung jawaban politik dan moral. Namun hal itu tidak mungkin berlaku di Indonesia.

Setelah putusan pengadilan tidak digubris, sekarang giliran alam yang mengadili. Polusi menyelimuti kota Jakarta disaat upacara peringatan ulang tahun kemerdekan RI yang ke 78.

Menjelang detik proklamasi ribuan kamera dari seluruh dunia akan mengambil foto Jakarta berselimut asap, debu, dan logam berat di udara. Apakah foto Jakarta 17 Agustus 2023 akan tampak hitam?

Editor: Ahmad Kiflan Wakik