Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Berikut 5 Dampak Yang Terjadi Akibat Krisis Air Bersih

×

Berikut 5 Dampak Yang Terjadi Akibat Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini

Radarnesia.com- Air merupakan unsur yang vital dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang tidak dapat hidup tanpa air, maka dari itu, air merupakan kebutuhan utama bagi hidup manusia. Setiap makhluk hidup yang ada di bumi tidak akan bisa bertahan lama tanpa adanya air.

Dibeberapa Negara, Krisis air bersih juga merupakan suatu permasalahan lingkungan yang masuk dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan yang disepakati bersama.

Berikut beberapa dampak dari krisis air bersih, :

1. Krisis Kesehatan

Krisis air bersih bisa beresiko tinggi munculnya penyebaran penyakit meliputi, diare, korela, disentri, dan polio. United Nations Children’s Fund (UNICEF) Indonesia mencatat, hampir 70 persen dari 20.000 sumber air minum rumah tangga yang diuji di Indonesia tercemar lembah tinja.

2. Kondisi Lingkungan Memburuk

Krisis air bersih akan membuat kondisi lingkungan memburuk. Sebab tumbuhan dan hewan perlu air bersih untuk melangsungkan hidup. Jika tumbuhan dan hewan mati, piramida rantai makanan dan ekosistem alam akan terganggu.

Baca Juga:  Gubernur Jambi H Al Haris Peduli, Serahkan Sembako Bagi Petugas Kebersihan Kota Jambi

3. Krisis Air Mengganggu Perekonomian

Krisis air bersih juga mengganggu sektor perekonomian. Khususnya untuk mereka yang bekerja di sektor argikultural dan konsumsi.

4. Standar Kehidupan Menurun

Terjadinya kelangkaan air bersih mengganggu operasional sekolah, rumah sakit, restoran, hotel dan semua sektor yang membutuhkan air bersih agar kebersihan dan kesehatan terjaga. Jika semua sektor terganggu karena krisis air bersih, tentu standar kehidupan menurun.

Baca Juga:  Gulai Pucuak Ubi Jadi Jamuan TSR IV Dharmasraya di Masjid Jami’ Koto Salak

5. Kelaparan Merajalela

Sektor pertanian memerlukan air untuk pengirigasian tanaman. Otomatis aktivitas bercocok tanam untuk menghasilkan sumber pangan akan terganggu dan terhambat. Alhasil manusia akan kelaparan dan berujung pada kematian karena kekurangan pasokan makanan.

 

Sumber : Rohani Budi Prihatin.
Analis Legislatif pada Pusat Analisis Legislatif Badan Keahlian DPR RI.