Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Bos PT Bukit Asam Bersama Dua Orang Ini Ditetapkan Tersangka

×

Bos PT Bukit Asam Bersama Dua Orang Ini Ditetapkan Tersangka

Sebarkan artikel ini
Img 20230623 052637 Bos Pt Bukit Asam Bersama Dua Orang Ini Ditetapkan Tersangka

radarnesia.com – Bukan hanya mantan bos PT Bukit Asam saja yang ditetapkan tersangka oleh Kejati Sumsel, namun ada dua orang lain juga yang ditetapkan tersangka.

Kepala Bagian Penerangan Hukum dan Humas (Kasipenkum) Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, S.H., M.H, mengatakan para tersangka tersebut akan ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Pakjo Palembang.

Scroll untuk baca artikel
Tutup Iklan

“Salah satu tersangka adalah AP, mantan Direktur Usaha PT Bukit Asam (PTBA) Tbk,” jelas Vanny.

Baca Juga:  Bayi Gajah Betina Lahir di Riau

Mantan bos PT Bukit Asam dimaksud ialah Anung Dri Prasetya.

Ketika itu ia menjabat sebagai Direktur Usaha PT Bukit Asam (PTBA) Tbk.

“Selain itu, tersangka lainnya adalah SI, selaku Ketua Tim Akuisisi Penambangan PT Bukit Asam dan TI, pemilik PT SBS sebelum diakuisisi oleh PT Bukit Asam,” sambung Vanny.

Sedangkan dua orang lain yang juga ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel adalah Ketua Tim Akuisisi Penambangan PT Bukit Asam Saiful Islam.

Baca Juga:  Pertamini di Pekanbaru Disambar Petir, Hanguskan Dua Bangunan

Kemudian pemilik PT Satria Bahana Sarana (PT SBS) sebelum diakuisisi oleh PT Bukit Asam kala itu Tjahyono Imawan.

Ketiganya ditetapkan tersangka oleh Kejati Sumsel pada Selasa 21 Juni 2023 kemarin.

Dari kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) terkait akuisisi anak perusahaan PT Bukit Asam ini, Negara dirugikan mecapai Rp100 miliar.

Adapun modus perkara para tersangka, yakni ikut bertanggung jawab dalam proses akuisisi saham PT Bukit Asam Tbk terhadap PT SBS, yang ternyata PT SBS dalam ‘keadaan sakit’ dan tidak ada perusahaan pembanding.

Baca Juga:  Bupati Anwar Sadat Berikan Sepeda Baru dan Kursi Roda untuk Pedagang Kecil dan Penyandang Disabilitas

Pengakuisisian saham PT SBS tersebut, dilakukan melalui anak perusahaan PT Bukit Asam Tbk, yaitu PT Bukit Asam Investama (BMI).

Dengan demikian dan berdasarkan audit, kerugian negara mencapai Rp100 miliar.

Sebelumnya, Kejati Sumsel telah meningkatkan status kasus akuisisi anak perusahaan PT Bukit Asam dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.

Tim penyidik Kejati Sumsel kemudian memeriksa beberapa saksi terkait, termasuk WW selaku konsultan, dan DSN selaku direktur PT BMI. (ERP*)