Radarnesia.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, stok berlebih (oversupply) minyak dunia menyebabkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian crude price/ICP) Desember 2025 turun ke angka 61,1 dolar AS per barel.

“Penurunan angka ICP pada bulan Desember 2025 diakibatkan kekhawatiran pasar akan narasi super glut atau kelebihan pasokan, serta kondisi oversupply minyak dunia yang dipengaruhi oleh produksi Amerika Serikat yang tinggi,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman.

Selain itu, penurunan harga minyak juga disebabkan oleh peningkatan produksi OPEC+ atau Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak.

Laode Sulaeman menyatakan, terdapat peningkatan produksi OPEC+ bulan November 2025 yang dibandingkan dengan November 2024 atau month over month (mom), menjadi 43,1 juta barel per hari (bph).

Adapun OPEC merevisi proyeksi pertumbuhan produksi negara non-OPEC+ tahun 2025 apabila dibandingkan dengan tahun 2024 pada publikasi Desember 2025, naik sebesar 40 ribu bph dibandingkan November 2025 menjadi 0,95 juta bph.

Sementara S&P Global merevisi proyeksi pertumbuhan permintaan 2025, yaitu turun sebesar 16 ribu bph menjadi 730 ribu bph pada publikasi Desember 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.

Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan akan terjadi surplus minyak pada 2026 sebesar 3,7-4 juta barel per hari (bph), melebihi stok pada saat pandemi.

Lebih lanjut, Laode menyatakan faktor lainnya yang menyebabkan penurunan ICP adalah risiko geopolitik Rusia-Ukraina yang berpotensi mereda pasca penawaran pembatalan aspirasi untuk bergabung dengan NATO oleh Ukraina.

Tak hanya itu, pejabat Rusia juga menyampaikan adanya proyeksi kenaikan produksi minyak tahun 2025 naik menjadi 10,36 juta bph dan akan kembali meningkat pada 2026 mencapai 10,54 juta bph. “Penurunan ICP bulan Desember disebabkan peningkatan suplai minyak dunia,” kata Dirjen Laode.

Sementara, untuk kawasan Asia Pasifik, perubahan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh crude throughput China yang turun sebesar 0,9 persen mom di bulan November 2025 menjadi 14,86 juta bph. Angka tersebut adalah yang terendah dalam 6 bulan terakhir.

ICP Desember 2025 menunjukkan penurunan sebanyak 1,73 dolar AS per barel dari ICP bulan November 2025 sebesar 62,83 dolar AS per barel.

Penetapan ICP Desember 2025 sebesar 61,10 dolar AS per barel tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 10.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Desember 2025.