Radarnesia.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 terpaksa membatalkan sejumlah perjalanan dari Bandung menuju Jakarta akibat terdampak kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Saat ini, penanganan tengah dilakukan untuk memulihkan operasional perjalanan kereta api.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan, terdapat beberapa perjalanan KA Parahyangan yang terdampak. Pada Senin, 27 April 2026, perjalanan KA Parahyangan (139) relasi Bandung-Gambir, sempat tertahan di Stasiun Karawang akibat insiden tersebut, sehingga perjalanan dibatalkan sebagian untuk lintas Karawang-Gambir.

“Selain itu, pada hari ini Selasa, 28 April 2026 perjalanan KA Parahyangan (137) relasi Bandung-Gambir dan KA Parahyangan (138) relasi Gambir-Bandung juga dibatalkan perjalanannya,” kata Kuswardojo melalui keterangan resmi, Selasa, 28 April 2026.

Pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak atas gangguan perjalanan tersebut. Saat ini, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Daop 1 Jakarta untuk memastikan penanganan pelanggan berjalan dengan optimal.

“KAI Daop 2 Bandung menyampaikan turut berduka cita atas insiden operasional yang terjadi di wilayah Bekasi Timur. Kami juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terdampak termasuk juga pelanggan KA Parahyangan yang ikut mengalami gangguan perjalanan akibat kejadian ini,” ucap dia.

Kuswardojo menambahkan, pelanggan diharapkan tetap memantau perkembangan informasi resmi melalui kanal resmi KAI, Contact Center 121, aplikasi Access by KAI, serta petugas di stasiun.

Seperti diketahui, evakuasi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur selesai sekitar pukul 10.40 WIB. Jumlah korban meninggal kecelakaan KRL Commuter Line ditabrak Kereta Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin malam, 27 April 2026, menjadi 14 orang.