Radarnesia.com – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak Amerika Serikat dan Iran segera membuka kembali Selat Hormuz demi memulihkan stabilitas perdagangan global.
Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres menyerukan agar seluruh pihak menjamin kebebasan navigasi tanpa pungutan maupun diskriminasi terhadap kapal komersial.
“Biarkan perdagangan pulih dan ekonomi global bernapas,” tegas Guterres dalam sidang Dewan Keamanan PBB terkait keamanan maritim di hari Senin.
PBB memperingatkan bahwa penggunaan jalur pelayaran strategis sebagai alat tekanan geopolitik telah menggerus hak maritim internasional dan memperburuk gangguan rantai pasok global.
Menurut Guterres, blokade berkepanjangan di Selat Hormuz telah memicu gangguan logistik terparah sejak pandemi Covid-19 dan perang Ukraina.
PBB juga menilai situasi ini berisiko memperburuk krisis pangan dunia, terutama bagi negara-negara rentan di Afrika dan Asia Selatan.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi sekitar 20 persen distribusi minyak mentah, produk energi, dan gas alam cair global.
Sejak pertengahan April, Angkatan Laut AS mulai memblokade lalu lintas pelayaran yang masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan di Iran di Selat Hormuz, yang menjadi jalur distribusi untuk 20 persen pasokan minyak mentah, produk minyak, dan LNG global.
AS mengatakan semua kapal yang bukan milik Iran bebas berlayar di Selat Hormuz selama mereka tidak membayar bea apapun kepada Teheran.
Padahal, otoritas Iran belum mengumumkan rencana apapun untuk memberlakukan pungutan melintasi Selat Hormuz, meski langkah tersebut sempat dipertimbangkan sebelumnya.






