Radarnesia.com, Jambi – Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd. melepas 219 peserta didik Praktik Kerja Lapangan SMK Negeri 6 Kota Jambi Tahun Ajaran 2026/2027 di SMKN 6 Kota Jambi, Kamis (11/6/2026) pagi.
Wagub Sani mengapresiasi sinergi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, hingga orang tua siswa yang berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Jambi.
“Keberhasilan yang kita capai hari ini merupakan hasil kerja sama semua pihak. Tidak ada keberhasilan yang diraih sendiri-sendiri. Karena itu saya ucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga pendidikan, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan para orang tua yang terus mendukung kemajuan pendidikan anak-anak kita,” ujar Wagub Sani.
Ia menegaskan PKL bagian dari proses pembelajaran. Siswa harus menjaga disiplin, etika, dan nama baik sekolah serta Provinsi Jambi selama di dunia industri. “PKL ini merupakan bagian dari proses pendidikan dan pembelajaran. Karena itu, selama berada di dunia kerja, anak-anak harus tetap memegang teguh aturan, menjaga sikap, disiplin, serta nama baik sekolah dan Provinsi Jambi,” tegasnya.
Melalui PKL, Pemprov Jambi berharap lulusan SMK semakin kompeten, berkarakter, dan berdaya saing tinggi sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri. “PKL menjadi sarana penting bagi peserta didik untuk mengasah kompetensi, membangun karakter kerja profesional, serta memperluas jaringan dan pengalaman di dunia industri. Ini upaya bersama mencetak SDM Jambi yang unggul dan siap bersaing,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar My, S.E., M.M. mengapresiasi langkah inovatif SMKN 6 yang mengirim siswa PKL ke luar daerah. “Program PKL di luar daerah akan memberikan pengalaman lebih luas kepada siswa dan memperkuat kesiapan mereka memasuki dunia kerja sesuai tujuan pendidikan vokasi,” katanya.
Kepala SMKN 6 Dr. Endra Gunawan, M.Pd. merinci dari 219 siswa, 64 siswa PKL di luar Provinsi Jambi: Batam, Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Lombok. Bali jadi tujuan baru tahun ini.
Siswa luar daerah diseleksi ketat mulai grooming, pengetahuan, keterampilan, sikap, komunikasi, hingga penguasaan bahasa Inggris untuk penempatan di hotel berbintang dan jaringan internasional. Biaya transportasi ditanggung BOS, biaya hidup dibantu orang tua, sementara hotel mitra umumnya menyediakan uang saku dan tempat tinggal.





