RADARNESIA.COM – Kementerian Komunikasi Republik Demokratik Kongo mengumumkan kasus Ebola terkonfirmasi telah melampaui 100 orang hingga akhir pekan lalu, sejak wabah terdeteksi pada 15 Mei di Provinsi Ituri.

Otoritas kesehatan juga mencatat lebih dari 900 kasus suspek di 11 zona kesehatan. Virus terus menyebar ke Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Laporan pemerintah pada Minggu (24/5/2026) menyebut penyebaran ke wilayah perbatasan membuat pengendalian sulit karena infrastruktur kesehatan terbatas. Petugas kesehatan terus melakukan pengawasan, pemeriksaan, dan kampanye kesadaran masyarakat. Pemerintah menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan pada langkah pencegahan untuk menekan penularan.

Otoritas juga melacak kontak erat dan mengisolasi pasien positif, terutama di wilayah padat penduduk. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sedikitnya tujuh orang meninggal sejak bulan lalu. WHO menaikkan tingkat kewaspadaan menjadi sangat tinggi karena wabah belum melambat.

Di Uganda, tiga kasus baru dilaporkan pada Sabtu sehingga total infeksi menjadi lima kasus sejak wabah dimulai. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika memperingatkan 10 negara berisiko tinggi penularan lintas batas, meliputi Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia.

Pemerintah Kongo menghentikan aktivitas sosial di Provinsi Ituri, termasuk olahraga dan pertemuan umum. Negara tetangga juga memperketat pengawasan perbatasan dan membatasi perjalanan dari Kongo, dengan pemeriksaan kesehatan tambahan di titik perlintasan untuk mendeteksi kasus baru.