Radarnesia.com – Pengamat perbankan Laila Farhat, S.E., M.M. menilai peluang Bank Jambi untuk mengakses capital market merupakan langkah strategis dalam mempercepat transformasi bisnis dan memperkuat kapasitas ekspansi di tengah meningkatnya kompetisi industri jasa keuangan.

Menurut Laila, keberadaan pasar modal bagi industri perbankan tidak hanya dipandang sebagai sumber tambahan pendanaan, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperkuat capital base, meningkatkan financial flexibility, serta mendorong penerapan standar tata kelola dan transparansi yang lebih tinggi.

“Bank Jambi memiliki prospek yang positif untuk melakukan penguatan struktur permodalan melalui berbagai instrumen di capital market. Dengan fundamental keuangan yang terjaga, tingkat kesehatan bank yang baik, serta komitmen terhadap Good Corporate Governance (GCG), peluang tersebut sangat terbuka untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang,” ujar Laila, Jumat, 12 Juni 2026.

Ia menjelaskan, penguatan permodalan akan berdampak langsung terhadap meningkatnya lending capacity Bank Jambi sehingga kemampuan bank dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor produktif, UMKM, serta proyek-proyek strategis daerah menjadi semakin besar.

Lebih lanjut, Laila menegaskan bahwa langkah menuju ekosistem capital market juga akan mendorong Bank Jambi melakukan institutional transformation, mulai dari peningkatan kualitas manajemen risiko, penguatan sistem pengendalian internal, hingga peningkatan market confidence dari investor dan seluruh pemangku kepentingan.

“Di era perbankan modern, daya saing bank tidak hanya ditentukan oleh besarnya aset, tetapi juga kemampuan dalam membangun struktur permodalan yang kuat, model bisnis yang adaptif, dan tata kelola yang memenuhi standar industri keuangan nasional maupun global,” tambahnya.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Jambi dinilai memiliki posisi strategis karena berperan sebagai agent of regional development yang mendukung pembiayaan pembangunan daerah. Karena itu, penguatan modal melalui strategi yang terukur akan menjadi katalis dalam meningkatkan skala usaha dan memperkuat kontribusi Bank Jambi terhadap perekonomian Provinsi Jambi.

Laila menambahkan, transformasi menuju bank yang memiliki akses lebih luas terhadap sumber pendanaan harus dilakukan dengan memperhatikan prinsip prudential banking, kepatuhan regulasi, serta keberlanjutan kinerja keuangan.

“Capital market dapat menjadi akselerator bagi Bank Jambi untuk naik ke level yang lebih tinggi sebagai BPD modern yang memiliki daya saing kuat, resilient, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah maupun pemegang saham,” tutupnya.