Lima Calo PPDB di Kota Bogor Jadi Tersangka, Berikut Peran dan Modus Para Pelaku

Radarnesia.com – Penyidik Polresta Bogor Kota, akhirnya menetapkan 5 orang tersangka calo Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi SMP dan SMA di Kota Bogor.

Lima tersangka ini pun sudah ditahan lantaran beroperasi sebagai calo PPDB pada tahun ajaran 2023. Polresta Bogor Kota menggelar merilis lima tersangka calo PPDB ini di halaman Mako, Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah, Jumat (29/9/2023).

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Wagub Sani Apresiasi Expo dan Gelar Karya P5 Di SMK N 1 Bungo

“PPDB SMP Kota Bogor yang pada saat itu terjadi sekitar Juli 2023, dari Polresta Bogor Kota telah memeriksa sejumlah saksi,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso kepada wartawan.

Dari situ, Polresta Bogor Kota menganalisa kepada barang bukti dan mengerucut kepada pemeriksaan terhadap tersangka, hingga melakukan penahanan terhadap calo PPDB.

“Sekarang lima orang sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Kelimanya kami lakukan penahanan di Polresta Bogor Kota,” ucap Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.

Baca Juga:  PT Samsung Electronic Indonesia Bantu Pemerintah Pasaman Barat Mengatasi Stunting

Kapolresta Bogor Kota menjelaskan, modus yang dilakukan para tersangka ini membuat dan menggunakan surat palsu dalam pendaftaran PPDB, dalam hal ini Kartu Keluarga (KK).

KK yang didaftarkan dalam syarat PPDB, oleh kelima tersangka diganti mulai dari tanda tangan Kadis Dukcapil Kota Bogor, hingga tanggal dikeluarkannya.

“Karena KK aslinya tanda tangan berbeda, kemudian tanggalnya juga belum memenuhi syarat dari KK untuk dimasukan ke dalam aplikasi PPDB. Karena yang seharusnya bisa dalam jangka waktu minimal 1 tahun,” terangnya.

Baca Juga:  Sekdaprov Sumbar Hansastri, Pasaman Barat Berhasil Mekarkan 71 Nagari

Dijelaskan Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, para tersangka calo PPDB mengganti tanda tangan dari penerbit dalam hal ini Kadisdukcapil beserta tanggal dikeluarkannya KK tersebut.

Kelima tersangka calo PPDB, yakni berinisial SR, AS, MR, BS, da RS. Tersangka SR mengaku sudah 9 kali jadi calo PPDB, dengan bayaran perorang Rp13,5 juta.

Tersangka AS diketahui sebagai salah seorang tenaga honorer di Kelurahan Paledang. Sementara tersangka MR membuat dan memasukan nama ke KK, dengan menerima uang Rp300 ribu per orang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *