Meluas Selama 3 Hari, 99 Orang Tewas Akibat Kebakaran Hutan di Chili

RADARNESIA.COM – Sedikitnya 99 orang dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (4/2/2024) dalam insiden kebakaran hutan dengan intensitas tinggi yang melanda sekitar kota Vina del Mar, Chili sejak tiga hari lalu.

Pesiden Chili, Gabriel Boric mengunjungi kota Quilpe yang juga terkena dampak parah atas kebakaran itu pada Minggu pagi waktu setempat dan melaporkan, setidaknya 64 orang telah tewas akibat insiden mengenaskan tersebut.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Otoritas Transportasi Paris Minta Penyedia Jasa Navigasi Batasi Rute selama Olimpiade

Namun, pada sore harinya, Kedoteran forensik Chili memperbarui jumlah korban tewas menjadi 99 orang melalui akun X resminya.

“Kami menyesali tragedi yang terjadi dan kami menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga yang terkena dampaknya,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan yang diposting di X, dikutip dari The Associated Press (AP), Senin (5/2/2024).

Menurut Boric, korban tewas akan terus meningkat seiring petugas penyelamat melakukan pencarian lebih dalam di rumah-rumah yang runtuh. Di sisi lain, beberapa orang tengah mengalami kondisi kritis di rumah sakit.

Gubernur Valparaiso, Rodrigo Mundaca mengatakan bahwa kebakaran yang terjadi di wilayah yang dikuasainya tersebut seperti Vina del Mar dan kota-kota lain yang terkena dampak disebabkan oleh kesengajaan, sejalan dengan yang dikatakan Boric pada Sabtu (3/2/2024).

Baca Juga:  Kondisi RS Indonesia di Gaza Rusak Parah, Mayat Bergeletakan

“Kebakaran ini bermula dari empat titik yang menyala secara bersamaan. Sebagai pihak berwenang, kami harus bekerja keras untuk menemukan siapa yang bertanggung jawab,” kata Mundaca.

Pada hari Sabtu, Boric mengatakan, suhu tinggi yang disertai kelembapan rendah dan kecepatan angin yang tinggi mempersulit pengendalian keamanan kebakaran hutan di pusat Chili itu, yang telah membakar 8.000 hektar hutan dan wilayah perkotaan.

Boric terbang melintasi beberapa daerah yang terbakar pada hari Minggu dan mengunjungi sebuah sekolah yang telah diubah menjadi tempat penampungan bagi para pengungsi.

Baca Juga:  Pemerintah Arab Saudi Izinkan Akad Nikah di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram Makkah

Ia mengatakan, rumah peristirahatan kepresidenan di tepi Viña del Mar yang dikelilingi taman luas untuk sementara akan diubah menjadi pusat rekreasi bagi anak-anak dari keluarga yang terkena dampak kebakaran.

Para pejabat meminta masyarakat di daerah yang terkena dampak kebakaran untuk segera mengungsi ke tempat lebih aman. Sementara bagi yang berada jauh dari lokasi kebakaran, diminta tetap tinggal di rumah untuk memfasilitasi transit mobil pemadam kebakaran dan ambulans.

Karena insiden ini, jam malam diberlakukan di Viña del Mar dan kota-kota tetangga Quilpé dan Villa Alemana sebagai bagian dari upaya mencegah penjarahan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *