Scroll untuk baca artikel
banner 728x250
Nasional

Mengejutkan, Surya Paloh Sebut Nasdem Dukung Bobby Nasution Mantu Jokowi di Pilgub Sumut

×

Mengejutkan, Surya Paloh Sebut Nasdem Dukung Bobby Nasution Mantu Jokowi di Pilgub Sumut

Sebarkan artikel ini
Mengejutkan, Surya Paloh Sebut Nasdem Dukung Bobby Nasution Mantu Jokowi Di Pilgub Sumut

RADARNESIA.COM – Kabar yang cukup mengejutkan datang dari Surya Paloh yang merupakan ketua umum partai Nasdem.

Setelah dinilai pecah kongsi dengan Jokowi di Pilpres 2024, akhirnya Partai Nasdem sepertinya kembali ke pelukan Jokowi.

Scroll untuk baca artikel
Tutup Iklan

Hal ini terlihat dari keputusan Nasdem yang resmi mendukung Bobby Nasution yang merupakan menantu Presiden Jokowi di Pilgub Sumatera Utara (Sumut).

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menegaskan bahwa partainya mendukung Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara (Sumut) 2024.

“(Nasdem dukung) Bobby kan,” ucap Surya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 24 Juni 2024.

Hanya saja, dia mengungkapkan belum memutuskan untuk mengusung bakal calon wakil gubernur (bacawagub) pendamping Bobby.

Ia menyampaikan, Nasdem bakal mengambil sikap dan masih harus melakukan kajian lebih dalam untuk mencari pendamping menantu Presiden Joko Widodo itu.

“Ah Nasdem belum (tentukan) itu. Pokoknya cari saja siapa yang paling baik,” sebut dia.

Meski begitu, Surya mengaku juga menyerahkan pada Bobby untuk mencari siapa figur bacawagubnya.

“Ya silakan saja,” katanya singkat.

Adapun sejumlah nama turut mencari tiket untuk menjadi bakal calon gubernur (bacagub) di Pilkada Sumut.

Selain Bobby, ada pula mantan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan mantan Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan.

Di sisi lain, jelang konstelasi pilkada, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Hermawi Taslim mengatakan Surya sudah dua kali bertemu Jokowi.

Pertemuan itu berlangsung di Mei dan Juni dan bertempat di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ia menyatakan, sangat mungkin keduanya membahas gelaran pilkada meski tak spesifik tentang suatu wilayah tertentu.

“Mungkin, mungkin ngomong pilkada secara umum. Tapi, bukan daerah per daerah. Kalau ada omongan secara khusus (tentang suatu) daerah kita pasti di share,” tutur Hermawi.***