Scroll untuk baca artikel
NusantaraPesona Indonesia

Unik! Warga Cipansa Lebak Gelar Tradisi ‘Ngatir’ Sambut Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

×

Unik! Warga Cipansa Lebak Gelar Tradisi ‘Ngatir’ Sambut Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Sebarkan artikel ini
Unik! Warga Cipansa Lebak Gelar Tradisi 'Ngatir' Sambut Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw

Radarnesia.com – Ratusan warga di Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, menggelar tradisi ‘Ngatir’ atau tukar makanan dengan warga lainnya setiap menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW atau Bulan Rabiul Awal.

Ratusan warga beriringan saling berkunjung ke rumah-rumah warga lainnya dengan membawa makanan, dan makanan itu ditukar dengan makanan lagi.

Scroll untuk baca artikel
Tutup Iklan

Tradisi yang sudah menjadi turun temurun itu sebagai bentuk rasa syukur warga dengan tibanya dengan Bulan Rabiul Awal (Maulid Nabi).

Tradisi Ngatir ini biasa dilaksanakan warga sebanyak dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Rabiul Awal atau saat Maulid Nabi dan pada Bulan Syaban atau saat Ruwahan.

Makna dalam tradisi Ngatir tersebut, selain bentuk rasa syukur warga juga sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dengan sesama warga lainnya.

“Dengan begitu, jalinan silaturahmi tetap terjaga, dan rasa kebersamaan terus tertanam dalam diri masing-masing warga itu sendiri,” ungkap Andi warga setempat, Kamis (28/9/2023).

Menurutnya, tradisi ini merupakan tradisi warisan dari para leluhur yang terdahulu.

“Alhamdulillah sampai saat ini tradisi Ngatir masih tetap dijaga kelestariannya oleh masyarakat. Namun pastinya kapan awal tradisi Ngatir ini dimulai saya belum tahu karena sejak kecil saya sudah sering diajak oleh orang tua saya untuk ikut Ngatir,” katanya.

Dijelaskannya, tradisi Ngatir ini dilakukan mulai pada pagi hari, dimana warga di sini mendatangi warga lainnya dengan membawa makanan, dan makanan itu ditukar lagi oleh warga yang dihampiri iringan warga yang lain.

“Jadi memang melalui Ngatir ini jalinan silaturahmi terjaga, kepedulian, kebersamaan dan kekompakan terbangun dengan baik,” pungkasnya. (Samsul Fatoni)