RADARNESIA.COM – Pemerintah Provinsi Jambi bergerak cepat menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH, menghadiri langsung Panen Raya TNI yang digelar di Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), pada Jumat (17/7/2026).
Kegiatan strategis ini merupakan bagian dari gerakan panen serentak (tebu, padi, dan kedelai) di 43 titik di seluruh Indonesia. Agenda nasional ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara virtual dari Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Poin Penting Panen Raya TNI 2026:
-
Kolaborasi Lintas Sektor: Sinergi kuat antara Pemprov Jambi, TNI, dan masyarakat lokal.
-
Target Swasembada: Mendukung penuh target nasional bebas impor beras pada tahun 2027.
-
Skala Nasional: Bagian dari gerakan panen serentak di 43 titik se-Indonesia.
Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Adalah Gerakan Nasional
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi ini. Menurut Kepala Negara, keterlibatan aktif TNI membuktikan bahwa urusan pangan adalah tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa. Kolaborasi lintas sektor adalah kunci mengatasi tantangan masyarakat,” tegas Presiden Prabowo.
Gubernur Al Haris: Jambi Siap Amankan Target Asta Cita
Usai mengikuti prosesi panen, Gubernur Al Haris menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung program prioritas nasional Asta Cita di sektor pangan.
Gubernur menekankan bahwa penguatan produksi lokal secara massal adalah satu-satunya jalan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada pasokan pangan luar negeri.
“Kami di Provinsi Jambi sangat mendukung kebijakan Bapak Presiden. Targetnya jelas, kita harus bebas impor beras pada tahun 2027. Kerja keras dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan di daerah sangat diperlukan untuk mewujudkan hal ini,” ujar Al Haris optimis.
Al Haris menambahkan, jika basis produksi di daerah seperti Tanjung Jabung Timur terus diperkuat melalui pembinaan petani dan dukungan teknologi, maka stabilitas stok pangan nasional akan terjaga secara otomatis.
TNI Siap Kawal Pengawasan dan Pendampingan di Lapangan
Dukungan serupa juga datang dari pihak keamanan. Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Arief Gajah Mada, menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengawal program ini secara berkelanjutan.
“Kodam XX mencakup wilayah Jambi dan Padang. Kami siap setiap saat mendampingi pemerintah daerah dan para petani di lapangan. Tugas kami adalah memastikan seluruh program ketahanan pangan ini berjalan lancar dan tepat sasaran,” ungkap Mayjen TNI Arief Gajah Mada.
Daftar Tokoh yang Hadir dalam Kegiatan:
Untuk memastikan program ini berjalan sinergis, sejumlah pejabat penting turut hadir langsung di lokasi acara:
-
Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH
-
Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada
-
Bupati Tanjung Jabung Timur, Dila Hich
-
Wakapolda Jambi, Brigjen Pol. Benny Ali
-
Danrem, Brigjen TNI Nyamin
-
Unsur Forkopimda Provinsi Jambi dan OPD terkait.
Dengan adanya kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, TNI, dan kelompok tani, optimisme Jambi untuk menjadi salah satu lumbung pangan nasional yang mandiri kian nyata di depan mata. (Diskominfo Provinsi Jambi/Sapra Wintani/Foto: Novriansah/Video: Erit Sutriedi)










