Radarnesia.com – Cara membersihkan kolam lele terpal perlu diperhatikan setelah satu periode budidaya selesai. Pasalnya, kolam yang digunakan untuk memelihara lele biasanya meninggalkan berbagai sisa kotoran, mulai dari endapan pakan hingga lendir dan lumut.

Jika tidak segera dibersihkan, sisa organik tersebut dapat menempel pada permukaan terpal dan bagian dasar kolam. Kondisi ini membuat terpal terasa licin sekaligus menyebabkan kolam terlihat kotor ketika akan digunakan kembali.

Karena itu, cara membersihkan kolam lele terpal sebaiknya dilakukan secara menyeluruh sebelum kolam kembali diisi air. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan kolam agar lingkungan budidaya lebih bersih dan siap menerima ikan.

Buang Sisa Air dan Kotoran Kolam

Langkah pertama adalah menguras seluruh air yang masih berada di dalam kolam. Pastikan tidak ada genangan yang tersisa di bagian dasar agar proses pembersihan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Setelah air dikeluarkan, periksa bagian dasar dan sudut kolam. Biasanya, area tersebut menjadi tempat berkumpulnya sisa pakan, kotoran lele, daun, serta endapan organik lainnya.

Kotoran yang terlihat dapat dikumpulkan terlebih dahulu sebelum permukaan terpal dibersihkan. Cara ini membantu mengurangi jumlah kotoran yang berpotensi menyebar kembali saat proses pencucian.

Sikat Permukaan Terpal

Setelah kolam kosong, permukaan terpal dapat dibersihkan menggunakan sikat berbulu lembut atau sedang. Sikat seluruh bagian terpal, termasuk dinding kolam, dasar, sudut, dan bagian yang terlihat licin.

Lapisan lendir dan lumut yang menempel sebaiknya dilepaskan secara perlahan. Hindari menggunakan benda tajam karena dapat menyebabkan terpal tergores atau mengalami kebocoran.

Pada bagian yang memiliki endapan cukup tebal, penyikatan dapat dilakukan beberapa kali sampai permukaan terpal kembali bersih. Gunakan air secukupnya agar sisa kotoran lebih mudah terangkat.

Bilas hingga Tidak Ada Sisa Kotoran

Setelah seluruh permukaan disikat, lakukan pembilasan menggunakan air bersih. Pastikan tidak ada sisa lumpur, lendir, lumut, maupun serpihan kotoran yang masih tertinggal.

Air bilasan sebaiknya dibuang dan jangan digunakan kembali untuk mengisi kolam. Jika permukaan terpal masih terasa licin atau terlihat kotor, proses penyikatan dan pembilasan dapat diulangi.

Kebersihan kolam menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum memasukkan air baru. Kolam yang lebih bersih juga memudahkan pembudidaya memantau kondisi lingkungan selama pemeliharaan.

Keringkan Kolam Sebelum Digunakan

Setelah selesai dicuci, kolam sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu. Jika memungkinkan, buka atau kosongkan kolam di tempat yang mendapatkan sirkulasi udara dan paparan sinar matahari yang cukup.

Proses pengeringan membantu mengurangi kelembapan pada permukaan terpal. Selain itu, pembudidaya dapat sekaligus memeriksa kondisi terpal untuk memastikan tidak terdapat sobekan, lubang, atau bagian yang mulai rusak.

Apabila ditemukan kebocoran, lakukan perbaikan sebelum kolam kembali digunakan. Pemeriksaan ini penting agar air tidak cepat berkurang ketika kolam sudah diisi dan ikan telah ditebar.

Jangan Langsung Memasukkan Lele

Kolam yang baru selesai dibersihkan sebaiknya tidak langsung digunakan tanpa persiapan. Setelah terpal benar-benar bersih dan kering, kolam dapat dipersiapkan kembali sesuai kebutuhan budidaya.

Air baru kemudian dimasukkan secara bertahap. Pembudidaya juga perlu memastikan kondisi air sudah sesuai sebelum benih lele ditebar.

Dengan melakukan cara membersihkan kolam lele terpal secara rutin setiap pergantian periode budidaya, kondisi kolam dapat lebih terjaga. Kebiasaan tersebut juga membantu pembudidaya memulai siklus pemeliharaan berikutnya dengan kolam yang lebih siap dan bersih.