Radarnesia.com – Apa itu pes kembali menjadi pertanyaan setelah kematian seorang staf perempuan di Institut Penelitian Anti-Wabah Irkutsk, Rusia, memicu perhatian publik. Perempuan bernama Darya Shipilova tersebut meninggal setelah mengalami pneumonia berat.

Kasus ini menjadi sorotan karena Shipilova diketahui bekerja di lembaga penelitian yang menangani penyakit menular berbahaya. Sejumlah laporan media menyebut adanya dugaan infeksi pes pneumonik, tetapi otoritas kesehatan Rusia belum mengonfirmasi bahwa penyakit tersebut menjadi penyebab kematiannya.

Badan pengawas kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor, menyatakan Shipilova mengalami pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui. Lembaga tersebut juga menegaskan kondisi epidemiologis di wilayah Irkutsk dan Shelekhov masih dinyatakan stabil.

Apa Itu Pes?

Pes adalah penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Yersinia pestis. Bakteri ini secara alami dapat ditemukan pada hewan pengerat dan kutu yang menjadi salah satu media penularannya.

Pes memiliki beberapa bentuk, termasuk pes bubonik, pes septikemik, dan pes pneumonik. Jenis yang menyerang paru-paru disebut pes pneumonik dan menjadi perhatian khusus karena dapat menular dari manusia ke manusia melalui droplet pernapasan saat penderita batuk atau bersin.

Meskipun dikenal sebagai penyakit yang pernah menyebabkan wabah besar dalam sejarah, pes pada masa kini dapat diobati dengan antibiotik apabila terdeteksi dan ditangani sedini mungkin.

Gejala Pes yang Perlu Dikenali

Gejala pes dapat berbeda tergantung jenis infeksinya. Pada umumnya, penyakit ini dapat muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan kondisi tubuh memburuk dalam waktu relatif cepat.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Demam tinggi dan menggigil.
  • Sakit kepala berat.
  • Tubuh terasa sangat lemah.
  • Nyeri otot.
  • Mual atau muntah.
  • Pembengkakan dan rasa nyeri pada kelenjar getah bening, terutama pada pes bubonik.
  • Batuk, terutama pada pes pneumonik.
  • Sesak atau kesulitan bernapas.
  • Nyeri dada.
  • Pada kondisi tertentu, penderita dapat mengalami batuk berdarah.

Pada pes pneumonik, keluhan pada sistem pernapasan dapat berkembang dengan cepat. Karena itu, gejala seperti demam disertai batuk dan sesak, terutama setelah adanya kemungkinan kontak dengan sumber infeksi, tidak sebaiknya diabaikan.

Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai

Pes merupakan penyakit serius sehingga membutuhkan penanganan medis segera apabila terdapat tanda-tanda yang mengarah pada infeksi berat.

Segera mencari pertolongan medis apabila seseorang mengalami demam tinggi yang disertai kesulitan bernapas, nyeri dada, kebingungan, penurunan kesadaran, atau kondisi tubuh yang memburuk secara cepat.

Batuk berdarah juga menjadi tanda yang perlu mendapat perhatian, terlebih jika disertai demam dan gangguan pernapasan.

Pada pes bubonik, pembengkakan kelenjar getah bening yang terasa sangat nyeri dan muncul bersama demam tinggi juga perlu diperiksakan ke tenaga kesehatan.

Penting dicatat, gejala-gejala tersebut tidak secara otomatis berarti seseorang terkena pes. Berbagai penyakit infeksi lain dapat menimbulkan keluhan serupa. Diagnosis membutuhkan pemeriksaan medis dan laboratorium.

Mengapa Kasus di Rusia Menjadi Perhatian?

Kematian Shipilova menarik perhatian karena ia merupakan teknisi laboratorium di Institut Penelitian Anti-Wabah Irkutsk. Laporan mengenai dugaan insiden yang berkaitan dengan patogen pes pneumonik kemudian memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan paparan.

Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi. Rospotrebnadzor menyatakan penyebab pneumonia yang dialami korban masih belum diketahui dan situasi epidemiologis di wilayah Irkutsk tetap stabil.

Otoritas kesehatan juga melakukan pemantauan terhadap orang-orang yang dianggap memiliki kemungkinan kontak dengan korban sebagai langkah pencegahan.

Apakah Pes Masih Berbahaya?

Pes masih merupakan penyakit serius, terutama apabila infeksi tidak segera mendapatkan pengobatan. Pes pneumonik mendapat perhatian khusus karena dapat menyebabkan gangguan paru-paru berat dan berpotensi menular melalui droplet pernapasan.

Meski demikian, keberadaan satu dugaan kasus tidak berarti telah terjadi wabah besar. Pengawasan terhadap kontak erat, pemeriksaan medis, serta pemberian pengobatan yang tepat menjadi bagian penting dalam mencegah penyebaran penyakit.

Dalam kasus Irkutsk, masyarakat sebaiknya menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari otoritas kesehatan sebelum menyimpulkan bahwa kematian tersebut disebabkan oleh pes.